Jawa Pos Radar Pacitan – Realisasi Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai dipertanyakan.
Meski ratusan pengurus telah mengikuti pelatihan intensif selama sepuluh hari, pembangunan gerai KDMP di lapangan belum menunjukkan kemajuan berarti.
Data Pemkab Pacitan mencatat, dari 172 desa, baru 35 desa memiliki lahan siap bangun.
Sebanyak 102 desa masih menunggu dukungan pemerintah, 25 desa tidak memiliki lahan sama sekali, dan 10 desa bahkan belum mengusulkan lahan untuk pembangunan gerai KDMP.
Kondisi tersebut memunculkan keraguan terhadap kesiapan program yang diklaim bakal memperkuat ekonomi desa melalui koperasi sektor riil.
Terlebih, skema pembiayaan dan permodalan disebut masih berubah-ubah.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian (Dikuperin) Pacitan Anang Soleh Setyanto menyebut pelatihan pengurus KDMP diarahkan agar tidak terjebak pada pola koperasi simpan pinjam.
“Pelatihan ini untuk membekali pengurus agar mampu membangun koperasi sektor riil. Jadi bukan koperasi simpan pinjam,” ujarnya, Sabtu (15/11).
Anang mengingatkan agar pengurus tidak terburu-buru memulai usaha dengan pinjaman bank sebelum memiliki basis bisnis yang kuat.
Banyak koperasi justru bermasalah karena memulai usaha dari utang, tanpa dukungan modal anggota yang memadai.
“Yang ditekankan adalah bagaimana koperasi sektor riil bisa membangun usaha dari modal anggota,” tegasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto