Jawa Pos Radar Pacitan – Pacitan menerima kucuran program strategis nasional (PSN) di sektor irigasi tahun ini.
Berdasar Inpres 2/2025, daerah ini kebagian pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di tujuh titik dengan nilai anggaran mencapai Rp 9,6 miliar.
Tak hanya itu, Pacitan turut memperoleh bantuan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) untuk 23 desa.
Seluruh kegiatan berada dalam pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Kabid Sumber Daya Air DPUPR Pacitan Edi Nurcahyo menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima detail teknis pelaksanaan.
Sebab, seluruh kewenangan berada di pemerintah pusat.
‘’Kami belum dapat progres rinci. Semua kegiatan dikelola pusat,’’ ujarnya, Sabtu (22/11).
Meski begitu, tambahan program tersebut dinilai sangat berarti bagi pemkab.
Terlebih, alokasi transfer keuangan daerah (TKD) tahun depan mengalami pemangkasan.
‘’Biasanya dari DAK kami hanya dapat dua titik irigasi. Melalui Inpres ini kami dapat tujuh sekaligus,’’ terang Edi.
Pacitan sendiri memiliki 463 daerah irigasi dengan cakupan 7.782 hektare.
Edi menilai tambahan program ini penting untuk memperbaiki layanan air bagi sektor pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.
‘’Harapannya hasil pertanian meningkat dan ikut mendukung swasembada pangan nasional,’’ pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto