Jawa Pos Radar Pacitan – Potensi longsor di jalur Pacitan–Ponorogo kembali menjadi perhatian serius memasuki musim penghujan.
Jalan provinsi yang kerap dilalui kendaraan antarkabupaten itu disebut berada dalam status rawan bencana, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah selatan Jawa Timur.
Untuk mengantisipasi dampak longsor, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Jatim menyiagakan alat berat selama 24 jam.
“Kami siagakan dua wheel loader di jalur Pacitan–Ponorogo, satu unit lagi di Arjosari–Purwantoro,” ujar Kepala UPT PJJ Pacitan Budi Hari Santoso, kemarin (11/12).
Seiring prediksi meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah titik rawan longsor mendapatkan perhatian ekstra.
Lokasi yang dinilai paling rentan meliputi tanjakan Tumpak Gandring, perbatasan Temon–Gondang, Desa Gedangan, Ngerco, jalur Pacitan–Ponorogo.
Selain titik tersebut, UPT PJJ juga melakukan pemantauan di beberapa titik rawan lain sepanjang ruas jalan provinsi.
“Harapannya mobilitas masyarakat selama Nataru dapat berlangsung aman dan lancar,” pungkas Budi. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto