Jawa Pos Radar Pacitan – Tak ada ruang untuk kesalahan.
Perspa Pacitan menghadapi laga hidup mati saat menantang Persinga Ngawi pada lanjutan Grup M Liga 4 Jatim 2025, Sabtu (13/12) siang ini.
Duel digelar di Stadion Batoro Katong, Ponorogo, kick-off pukul 13.00 WIB.
Kekalahan di laga pembuka membuat kemenangan menjadi harga mati bagi The Ocean Blue.
Pada pertandingan sebelumnya, Perspa harus mengakui keunggulan tuan rumah Persepon Ponorogo dengan skor 2-3, Kamis (11/12).
Jika kembali terpeleset, peluang lolos dari fase grup praktis tertutup.
Pelatih Perspa Pratama Nahrowi mengakui timnya langsung melakukan evaluasi menyeluruh.
Fokus utama diarahkan pada konsistensi permainan yang menurun di babak kedua.
“Banyak yang perlu dievaluasi. Rivalitas Ponorogo dan Pacitan memang tinggi. Tapi di babak kedua tensi kami turun, sementara lawan justru naik,” ujarnya.
Dua aspek menjadi sorotan tim pelatih.
Penyelesaian akhir yang belum efektif serta koordinasi lini belakang yang rapuh, termasuk dua blunder fatal penjaga gawang, menjadi pekerjaan rumah utama jelang duel kontra Persinga.
“Finishing dan koordinasi pemain harus diperbaiki. Lawan Ngawi persiapannya harus maksimal karena kami sudah kalah di pertandingan pertama,” tegas Pratama.
Tekad bangkit juga digaungkan kapten tim Wigung Fandi Rahman.
Dia menilai performa Perspa sejatinya cukup menjanjikan, khususnya di awal laga.
Namun, lemahnya komunikasi antarpemain membuat konsentrasi buyar di momen krusial.
“Di pertandingan awal permainan kami lumayan bagus. Tapi memang masih perlu evaluasi. Kami kecewa karena kebobolan di menit-menit akhir,” ungkapnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto