Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan menyambut pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara sederhana dan khidmat.
Tidak ada pesta kembang api maupun hiburan berskala besar.
Pemkab memilih menggelar istigasah dan doa bersama sebagai bentuk refleksi dan munajat kepada Allah SWT.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan Dodik Soemarsono mengatakan, pemkab sengaja mengemas perayaan tahun baru secara sederhana.
“Tidak ada hiburan. Kalaupun ada, itu berskala kecil dan diselenggarakan oleh masyarakat,” ujar Dodik, Kamis (1/1).
Kegiatan doa bersama dan istigasah digelar pada Rabu (31/12) malam di pendapa kabupaten.
Momentum pergantian tahun dimaknai sebagai waktu untuk bermuhasabah dan memohon keselamatan serta keberkahan.
“Kita tahu kondisi bangsa sedang dalam keprihatinan. Karena itu, pergantian tahun ini kami isi dengan doa,” ungkapnya.
Istigasah dan doa bersama tersebut dipimpin langsung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pacitan KH Abdullah Sadjad.
Rangkaian kegiatan diawali dengan mahalul qiyam, dilanjutkan zikir bersama, serta ditutup doa akhir dan awal tahun. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto