PACITAN – Sebanyak 290 warga Kecamatan Sudimoro, Pacitan, dilaporkan mengalami diare secara massal dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan kasus yang terjadi mendadak itu sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Daru Mustikoaji menjelaskan, kejadian diare massal tersebut pertama kali dilaporkan oleh Puskesmas Sudimoro pada Senin (19/1).
Pada awal temuan, kasus banyak dialami balita dan anak usia sekolah. Namun, seiring waktu, keluhan juga muncul pada kelompok usia lain.
“Sebaran pasien meliputi semua siklus hidup,” kata Daru, Senin (26/1).
Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinkes Pacitan telah melakukan pengambilan sampel dari sejumlah pasien.
Sampel tersebut dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya guna pemeriksaan mikrobiologi.
Sementara pemeriksaan virus direncanakan dikirim ke laboratorium rujukan di Jakarta.
“Melihat periode dan pola kejadiannya, kecurigaan sementara mengarah pada penyebab mikrobiologi,” imbuhnya.
Sebagai langkah cepat memutus rantai penularan, Dinkes Pacitan melakukan klorinasi pada sumber-sumber air yang digunakan warga.
Air diberi tambahan senyawa klorin, baik berupa kaporit maupun klorin cair.
Selain itu, dilakukan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada guru, kader kesehatan, serta perangkat desa.
Kegiatan tersebut juga disertai pelatihan langsung penggunaan klorin agar edukasi bisa diteruskan ke masyarakat secara mandiri.
“Klorinasi kami barengi on the job training kepada kader dan perangkat desa terkait penggunaan klorin,” ungkap Daru.
Untuk memastikan efektivitas langkah tersebut, Dinkes Pacitan akan melakukan pemantauan kasus selama 14 hari ke depan.
Tak hanya fokus di wilayah Sudimoro, pihaknya juga menggelar pertemuan dengan enam puskesmas di wilayah timur Pacitan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus serupa.
Terkait angka 290 kasus yang beredar di masyarakat, Daru menegaskan data tersebut merupakan laporan awal yang dihimpun dari wali murid melalui pihak sekolah dan diteruskan ke puskesmas.
“Angka itu mencakup seluruh keluhan yang dilaporkan, baik muntah saja, diare saja, maupun muntah disertai diare. Yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan sebanyak 42 orang,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto