Jawa Pos Radar Pacitan – Data dampak gempa bumi Pacitan terus diperbarui. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat 46 bangunan rusak.
“Data masih berjalan, pendataan jalan terus,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko, Rabu (11/2).
Erwin menyampaikan, penanganan kedaruratan seperti pemenuhan kebutuhan dasar warga sudah dilakukan.
Mulai kebutuhan pangan hingga sandang.
“Kami juga petakan bantuan yang akan diberikan berdasarkan hasil asesmen kerusakan,” ungkapnya.
Dia menuturkan, perbaikan kerusakan bangunan terdampak masih dapat ditangani menggunakan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) BPBD Pacitan.
Itu merujuk hasil asesmen selama tiga hari terakhir.
“Kalau ada yang tidak bisa ter-cover, diajukan BTT di APBD Pacitan,” ujar Erwin.
Terkait perbaikan kerusakan, tim bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD telah diterjunkan.
Mereka bertugas mendata serta menginventarisasi kebutuhan material.
“Semua kerusakan itu ada di DPA kami,” terangnya.
Erwin memastikan tidak ada warga mengungsi akibat gempa.
Kerusakan mayoritas tidak terjadi di bangunan utama.
“Rata-rata yang rusak itu teras, dapur, dan bangunan tambahan yang lain,” jelasnya.
Sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan rusak. Baik sekolah maupun kantor desa.
Namun, kerusakan disebut tidak mengganggu aktivitas maupun pelayanan.
“Fasilitas kesehatan tidak ada yang rusak,” tandasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto