Jawa Pos Radar Pacitan – Ancaman kekeringan mulai membayangi wilayah Pacitan.
Sebanyak 59 desa di 12 kecamatan diprediksi terdampak pada musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2024.
“Sebanyak 59 desa di 12 kecamatan kekeringan kemarau tahun ini,” ujarnya, Selasa (21/4).
BPBD telah memetakan dampak kekeringan di berbagai sektor, mulai pertanian hingga kehutanan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu krisis air bersih sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.
Erwin menegaskan, penanganan kekeringan tahun ini diprediksi lebih berat.
Pada 2024, distribusi bantuan air bersih terbantu momentum pemilu legislatif yang memicu banyak bantuan dari pihak eksternal.
“Tahun ini kami akan lebih mengandalkan APBD serta dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,” jelasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto