Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

59 Desa di Pacitan Terancam Kekeringan, Penanganan Tahun Ini Diprediksi Lebih Berat

Nur Cahyono • Selasa, 21 April 2026 | 17:40 WIB
Distribusi bantuan air bersih di Pacitan saat musim kemarau. Tahun ini puluhan desa kembali terancam kekeringan. DOK RADAR PACITAN
Distribusi bantuan air bersih di Pacitan saat musim kemarau. Tahun ini puluhan desa kembali terancam kekeringan. DOK RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Ancaman kekeringan mulai membayangi wilayah Pacitan.

Sebanyak 59 desa di 12 kecamatan diprediksi terdampak pada musim kemarau tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2024.

“Sebanyak 59 desa di 12 kecamatan kekeringan kemarau tahun ini,” ujarnya, Selasa (21/4).

BPBD telah memetakan dampak kekeringan di berbagai sektor, mulai pertanian hingga kehutanan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu krisis air bersih sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Erwin menegaskan, penanganan kekeringan tahun ini diprediksi lebih berat.

Pada 2024, distribusi bantuan air bersih terbantu momentum pemilu legislatif yang memicu banyak bantuan dari pihak eksternal.

“Tahun ini kami akan lebih mengandalkan APBD serta dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,” jelasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#kemarau 2026 #bpbd pacitan #kebakaran hutan #krisis air bersih #kekeringan pacitan