Jawa Pos Radar Pacitan – Wajah pasar tradisional di Pacitan kian kusam. Dari total 15 pasar milik pemkab, hanya satu yang bakal direhabilitasi tahun ini.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disdagnaker Pacitan, Bambang Surono, menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama perbaikan.
“Hanya Pasar Tulakan yang direhab,” ujarnya, Senin (4/5).
Tahun ini, alokasi pengelolaan pasar sekitar Rp600 juta.
Dari jumlah tersebut, Rp345 juta dialokasikan untuk pembangunan Pasar Tulakan, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan operasional.
Baca Juga: Puluhan Rumah di Pacitan Terancam Erosi Sungai Prancak, Warga Minta Penanganan Permanen
Di sisi lain, kondisi pasar lainnya memprihatinkan. Kerusakan terjadi hampir merata.
Mulai atap bocor, plafon jebol, talang rusak, kios tak layak pakai, hingga drainase tersumbat.
Fasilitas tempat pembuangan sampah juga masih minim.
“Hampir semua pasar mengalami kerusakan. Bangunan sudah tua dan butuh renovasi, minimal perawatan rutin,” jelasnya.
Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup di pasar tradisional.
Baca Juga: Kunjungi Pacitan, Wamendagri Dorong Sport Tourism 2026
Padahal, sektor ini turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tahun lalu, realisasi PAD dari sektor pasar mencapai Rp3,1 miliar dari target Rp3,2 miliar.
Pemkab sebenarnya telah mengusulkan tambahan anggaran untuk perbaikan pasar.
Namun, hingga kini belum terealisasi akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Sudah kami usulkan, tapi belum disetujui,” tandas Bambang. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto