Jawa Pos Radar Pacitan – Percepatan pembangunan jalan di Pacitan tahun ini menghadapi tantangan baru.
Lonjakan harga aspal dan material konstruksi membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pacitan harus menyesuaikan ulang rencana anggaran proyek.
Kabid Bina Marga DPUPR Pacitan, Imam Syafid, mengatakan pihaknya kini tengah me-review kembali rencana anggaran biaya (RAB) sejumlah paket pekerjaan jalan dan jembatan.
“‘Ya, sekarang kami proses penyesuaian perencanaan terhadap harga yang baru,’’ kata Syafid, kemarin (11/5).
Total terdapat 41 paket pekerjaan jalan yang tetap dijalankan tahun ini dengan nilai anggaran sekitar Rp 45 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 29 miliar dan APBD sekitar Rp 15,9 miliar.
Dia menegaskan jumlah paket pekerjaan tidak berubah. Namun, penyesuaian kemungkinan dilakukan pada volume pekerjaan di lapangan.
“‘Pagu tetap, paket pekerjaan tetap, cuma volume pekerjaan yang menyesuaikan,’’ tegasnya.
Puluhan proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah Pacitan.
Sejumlah ruas strategis yang masuk prioritas di antaranya Sukoharjo–Buyutan, Candi–Srau, Mentoro–Arjosari hingga Wiyoro–Pagerejo.
“‘Seluruhnya mencakup pekerjaan jalan dan jembatan kabupaten,’’ jelasnya.
Menurut Syafid, evaluasi dilakukan karena harga aspal dan material alam mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding saat penyusunan desain awal proyek.
Jika perencanaan lama tetap digunakan, dikhawatirkan banyak proyek tidak diminati rekanan karena nilai pekerjaan dianggap tidak lagi mampu menutup biaya operasional.
“‘Karena nilai pekerjaan dianggap tidak lagi menutup biaya operasional,’’ ungkapnya.
Berdasarkan data harga material terbaru, kenaikan terjadi hampir di seluruh jenis aspal.
Untuk aspal drum Pertamina penetrasi 60/70 ukuran 155 kilogram kini berada di kisaran Rp 2,6 juta hingga Rp 3,5 juta per drum.
Sementara harga hotmix AC-WC mencapai Rp 960 ribu sampai Rp 1,23 juta per ton. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto