Jawa Pos Radar Pacitan – Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan akhirnya buka suara terkait viral dugaan chat mesum yang melibatkan seorang guru tidak tetap (GTT) SDN 2 Padi, Kecamatan Tulakan, dengan remaja perempuan difabel.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dindik Pacitan Rino Budi Santoso mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan kepala sekolah terkait langkah penyelesaian kasus tersebut.
“Kami sudah komunikasikan dengan kepala sekolah langkah penyelesaiannya,” kata Rino, kemarin (25/5).
Oknum GTT yang dimaksud diketahui berinisial AZR. Dugaan percakapan tak pantas dengan remaja difabel berinisial P, 17, ramai beredar di media sosial dan memicu sorotan publik.
Pihak sekolah tempat AZR mengajar dikabarkan telah mengambil langkah dengan memberhentikan yang bersangkutan dari tugas mengajar.
“Mengingat yang bersangkutan GTT yang perjanjian kerjanya dengan komite agar segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Rino menegaskan, perilaku yang diduga dilakukan AZR tidak mencerminkan sosok pendidik dan dinilai melanggar kode etik guru.
Meski demikian, Dindik Pacitan hingga kini belum melakukan klarifikasi langsung kepada AZR lantaran masih menunggu laporan tertulis resmi dari pihak sekolah.
“Soal masih bisa mengajar di tempat lain atau tidak, kami belum bisa memastikan, masih menunggu laporan resmi dari sekolah,” ucapnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto