Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bediding Mulai Melanda Pacitan, Suhu Dingin Diprediksi Bertahan hingga September

Nur Cahyono • Senin, 1 Juni 2026 | 04:00 WIB
Langit cerah di wilayah Kecamatan Nawangan saat fenomena bediding mulai melanda Pacitan. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN
Langit cerah di wilayah Kecamatan Nawangan saat fenomena bediding mulai melanda Pacitan. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Fenomena bediding mulai dirasakan masyarakat Pacitan dalam beberapa pekan terakhir.

Suhu udara yang lebih dingin dari biasanya diperkirakan akan berlangsung hingga September mendatang seiring masuknya musim kemarau.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, hawa dingin paling terasa di wilayah dataran tinggi dan pegunungan, terutama Kecamatan Nawangan dan Bandar.

“Hawa dingin bahkan terasa lebih ekstrem di wilayah dataran tinggi dan pegunungan seperti Kecamatan Nawangan dan Bandar,” ujarnya, kemarin (31/5).

Menurut Yagus, fenomena bediding merupakan kondisi yang lazim terjadi saat musim kemarau.

Penyebab utamanya adalah pengaruh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin menuju wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut sesuai dengan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Termasuk Pacitan, suhu udara terasa lebih rendah dari biasanya,” katanya.

Selain dipengaruhi angin musiman, suhu dingin juga diperparah oleh kondisi langit yang cenderung cerah dan minim tutupan awan.

Akibatnya, panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat terlepas ke atmosfer saat malam.

Kondisi itu menyebabkan suhu udara turun drastis menjelang dini hari hingga pagi hari.

“Biasanya berlangsung Juni hingga September dan lebih terasa di daerah pegunungan maupun dataran tinggi,” terangnya.

BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca dingin, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Warga diimbau mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam hingga pagi hari serta menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

“Jaga kesehatan, perbanyak konsumsi makanan bergizi dan gunakan jaket atau pakaian hangat terutama bagi anak-anak dan lansia,” pungkas Yagus. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #cuaca pacitan #bediding #musim kemarau #bmkg