Jawa Pos Radar Pacitan – Kematian mendadak sejumlah ternak dalam waktu hampir bersamaan membuat peternak di Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, waswas.
Dalam kurun 10 hari terakhir, lima ekor sapi dan tiga ekor kambing dilaporkan mati tanpa penyebab pasti.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengambil sampel guna memastikan sumber kematian ternak tersebut.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan Indrawati mengatakan, tim kesehatan hewan telah melakukan pengecekan lapangan setelah menerima laporan dari warga.
"Pemeriksaan awal di lokasi sudah kami lakukan," katanya, Kamis (4/6).
Selain memeriksa kondisi kandang dan lingkungan sekitar, petugas juga mengambil sejumlah sampel dari ternak yang mati serta tanah di sekitar lokasi peternakan.
Sampel tersebut kemudian dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta, untuk menjalani serangkaian uji laboratorium.
"Sampel dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta untuk uji laboratorium," ungkap Indrawati.
Hingga kini, DKPP belum dapat memastikan penyebab kematian delapan ternak tersebut.
Pemerintah daerah memilih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan apakah kasus tersebut berkaitan dengan penyakit mulut dan kuku (PMK), antraks, atau penyakit hewan lainnya.
Menurut Indrawati, hasil uji laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu minggu setelah sampel diterima dan diperiksa.
"Biasanya hasil keluar sekitar satu minggu," ujarnya.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan, DKPP meminta para peternak meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang, memperketat biosekuriti, serta membatasi lalu lintas ternak dari dan ke wilayah yang terdampak.
Peternak juga diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit atau mengalami kematian mendadak.
"Segera lapor petugas saat ada ternak sakit atau mati mendadak," pungkas Indrawati. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto