Jawa Pos Radar Pacitan - Antrean kendaraan di jalur pengisian pertalite mulai mengular di sejumlah SPBU di Pacitan.
Fenomena itu muncul setelah harga pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter sejak Rabu (10/6) lalu.
Meski konsumsi pertalite diperkirakan meningkat, pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Pacitan masih aman dan distribusi berjalan normal.
“Intinya, ketersediaan BBM aman,” ujar Pengawas Perdagangan dan Kemetrologian Disdagnaker Pacitan Sukanto, Minggu (14/6).
Menurut dia, lonjakan permintaan pertalite tidak sampai mengganggu pasokan BBM di wilayah Pacitan.
Berdasarkan data yang diterima Disdagnaker per 12 Juni 2026, stok berbagai jenis BBM masih tersedia dalam jumlah cukup besar.
Untuk pertalite, stok yang tersimpan mencapai 104.208 liter. Kemudian pertamax sebanyak 74.999 liter, bio solar 80.855 liter, pertamina dex 22.537 liter, serta pertamax turbo 8.025 liter.
Sementara itu, stok Dexlite tercatat nihil.
“Untuk stok BBM secara keseluruhan masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkap Sukanto.
Kenaikan harga pertamax memicu sebagian konsumen beralih ke pertalite yang memiliki harga lebih terjangkau.
Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, Disdagnaker memastikan pasokan dari Pertamina masih berjalan lancar sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Di tingkat SPBU, ketersediaan BBM juga disebut masih terkendali.
Hingga saat ini belum ada laporan gangguan distribusi maupun kekosongan stok yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat.
“Sampai saat ini distribusi berjalan lancar dan stok BBM di Pacitan masih aman,” pungkas Sukanto. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto