Jawa Pos Radar Pacitan – Kekosongan jabatan kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pacitan mulai teratasi.
Dari total 108 posisi yang kosong, sebanyak 78 jabatan segera terisi setelah para calon kepala sekolah mengikuti tahapan pembekalan.
Meski demikian, sekitar 30 sekolah masih belum memiliki kepala sekolah definitif.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Khemal Pandu Pratikna mengatakan jumlah kekosongan kepala sekolah bersifat dinamis karena setiap bulan terdapat guru maupun kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.
"Pensiun itu terus ada tiap bulan," ujarnya, kemarin (29/6).
Menurut Khemal, masih adanya sekitar 30 sekolah tanpa kepala definitif terjadi karena proses pengangkatan sebelumnya hanya mencakup 78 calon kepala sekolah.
Sementara itu, kekosongan baru terus bertambah setelah proses tersebut berjalan.
"Sementara kekosongan tambahan muncul setelah proses tersebut berjalan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, pengangkatan kepala sekolah harus melalui serangkaian tahapan administrasi yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah pusat, mulai Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga Kementerian PAN-RB.
"Proses pengusulan ke pusat," katanya.
Sebelumnya, 78 calon kepala SD telah mengikuti kegiatan retreat di kawasan Pantai Srau, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk karakter pemimpin yang percaya diri, mampu berkolaborasi, serta memiliki jiwa kepemimpinan melalui berbagai aktivitas kepramukaan, outbound, dan jelajah alam.
"Untuk melatih kekompakan," kata Khemal. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto