Jawa Pos Radar Madiun - Menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap kompleksitas kompetensi abad ke-21 menuntut lembaga pendidikan untuk keluar dari pola pengajaran teoretis yang kaku.
Sekolah harus mampu bertransformasi menjadi laboratorium hidup yang merangsang daya kritis, kreativitas, sekaligus kemandirian siswa.
Gebrakan inovatif inilah yang sukses diakomodasi oleh SMA Negeri 1 Ngadirojo (SMANGAD), Kabupaten Pacitan.
Di bawah nakhoda Drs. Budi Suryanto, M.M.Pd., sekolah ini melesat maju dengan memantapkan eksistensi
KIR ETOS (Entrepreneur, Technology, and Science) bukan lagi sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa,
melainkan sebagai motor penggerak utama budaya ilmiah dan pusat eduwirausaha di lingkungan sekolah.
"Melalui program KIR ETOS, kami ingin mengubah paradigma belajar siswa dari sekadar konsumen ilmu pengetahuan menjadi produsen inovasi.
Siswa ditantang untuk peka melihat persoalan di sekitar mereka dan menghadirkannya
dalam bentuk riset ilmiah maupun produk teknologi tepat guna yang bernilai ekonomis,"
urai Kepala SMAN 1 Ngadirojo, Drs. Budi Suryanto, M.M.Pd.
Cetak biru pembelajaran yang dirancang Budi secara jitu mengawinkan tiga pilar fundamental, yakni kewirausahaan, penguasaan teknologi, dan penguatan sains dasar.
Lewat integrasi ini, para taruna-taruni SMANGAD dididik menjadi pembelajar aktif, pemecah masalah (problem solver), sekaligus inovator muda.
Mereka dibimbing secara intensif untuk mengonversi hasil riset laboratorium menjadi produk
wirausaha kreatif yang siap diaplikasikan demi membantu kebutuhan masyarakat luas.
Dampak dari pengondisian ekosistem yang kolaboratif ini terbukti masif. Kultur akademis di lingkungan SMANGAD tumbuh menjadi sangat dinamis.
Siswa tidak hanya terpacu memburu prestasi di berbagai ajang kejuaraan karya ilmiah,
melainkan juga mengalami eskalasi kualitas karakter, mental kepemimpinan, tekad ketangguhan, serta literasi finansial yang kuat sejak dini.
Atas dedikasi, konsistensi, serta kepemimpinan transformatif dalam mengarsiteki wadah inovasi dan riset berbasis kemandirian ekonomi siswa di wilayah Pacitan ini,
Drs. Budi Suryanto, M.M.Pd. dinilai sangat layak dianugerahi penghargaan Visionary Leader dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Pencapaian ini menjadi batu pijakan penting bagi manajemen SMANGAD untuk terus melejitkan mutu sekolah ke level yang lebih tinggi.
Budi menegaskan bahwa inovasi KIR ETOS akan terus dikembangkan secara berkelanjutan
demi memastikan seluruh lulusan SMAN 1 Ngadirojo memiliki bekal hardskill dan softskill yang seimbang.
"Penghargaan ini adalah pemantik energi bagi kami untuk terus mencetak generasi emas yang cerdas intelektual, unggul dalam riset,
serta memiliki jiwa entrepreneurship yang tangguh menghadapi tantangan zaman," pungkasnya. (uci/*/naz)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun