Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

AKN Pacitan Berkolaborasi dengan Dindik, Perkuat Kompetensi Guru IPA melalui Teknologi Augmented Reality

Suci Oktavia • Rabu, 1 Juli 2026 | 07:43 WIB
Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan menggelar pelatihan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis mitigasi bencana untuk guru IPA SMP.
Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan menggelar pelatihan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis mitigasi bencana untuk guru IPA SMP.

Jawa Pos Radar Madiun - Komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan berbasis teknologi digital modern terus diperkuat oleh jajaran civitas akademika Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang sukses memperoleh pendanaan BIMA dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, AKN Pacitan resmi menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan.

Kolaborasi taktis lintas instansi ini sengaja diluncurkan untuk mendongkrak kompetensi guru IPA melalui pengembangan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi Augmented Reality (AR).

Langkah transformatif ini dinilai sangat relevan dengan karakteristik topografi wilayah Kabupaten Pacitan yang didominasi oleh kawasan perbukitan terjal, pegunungan karst, dan daerah aliran sungai rawan bencana.

Kondisi geografis tersebut mendorong perlunya penguatan literasi kebencanaan sejak dini melalui rekonstruksi pembelajaran sains yang kontekstual dan berbasis pada kearifan lingkungan lokal.

Baca Juga: Update Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Mbappe Melesat ke Puncak Samai Messi

Menjawab tantangan tersebut, tim PKM AKN Pacitan yang diketuai oleh Dwi Ariani Finda Yuniarti bergerak cepat merancang modul program edukasi khusus.

Dibantu oleh dua anggota tim ahli, yakni Berlian Juliartha Martin Putra dan Candra Budi Susila, mereka sukses mengembangkan media pembelajaran berbasis AR dengan tiga pilar materi utama.

Ketiga klaster bahasan yang diangkat meliputi visualisasi digital terkait program pelestarian hutan, sistem mitigasi bencana banjir, serta tata cara mitigasi tanah longsor.

Melalui pemanfaatan teknologi AR tersebut, materi pembelajaran yang awalnya abstrak kini dapat divisualisasikan secara nyata dalam bentuk objek tiga dimensi (3D) yang sangat interaktif.

Sistem peragaan visual ini diyakini mampu memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih menarik, mudah dipahami, sekaligus mendekatkan emosional peserta didik dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan menggelar pelatihan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis mitigasi bencana untuk guru IPA SMP.
Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan menggelar pelatihan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis mitigasi bencana untuk guru IPA SMP.

Setelah produk digital tersebut berhasil dikembangkan, agenda langsung dilanjutkan dengan sosialisasi masif kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP IPA SMP se-Kabupaten Pacitan.

Momentum berharga tersebut disaksikan langsung oleh Direktur AKN Pacitan dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan di lokasi acara.

Acara kemudian diperkuat dengan prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi antar kedua lembaga sebagai bentuk komitmen hitam di atas putih dalam mengawal inovasi pendidikan.

Sebagai bentuk implementasi nyata dari kesepakatan PKS tersebut, tim PKM langsung menyelenggarakan lokakarya pelatihan pembuatan media AR secara intensif kepada para guru sains.

Tidak sekadar duduk mendengarkan teori, setiap guru peserta pelatihan langsung ditantang untuk wajib memproduksi minimal satu karya media pembelajaran berbasis AR yang siap pakai di sekolahnya.

Baca Juga: BPBD Pacitan Atur Distribusi Air Bersih, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

Pendekatan kreatif ini terbukti efektif dalam memantik budaya inovasi di lingkungan pendidik serta mempercepat penetrasi implementasi teknologi digital pada kurikulum sekolah dasar.

Ketua Tim PKM, Dwi Ariani Finda Yuniarti, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada aspek penguasaan teknologi digital murni, melainkan melatih kepekaan guru.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sekaligus mengangkat potensi lingkungan lokal Pacitan sebagai sumber belajar," ujar Dwi Ariani.

Pihaknya berharap lewat stimulus ini para guru semakin kreatif menelurkan media ajar, sementara siswa memperoleh pengalaman belajar bermakna dan tanggap bencana sejak dini.

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus mencetak generasi muda Pacitan yang melek literasi digital. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#akn pacitan #guru ipa #pacitan #dinas pendidikan #pembelajaran