Jawa Pos Radar Pacitan – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SD dan SMP di Kabupaten Pacitan yang masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Pacitan.
Kalangan legislatif meminta Dinas Pendidikan (Dindik) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.
Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan di Pacitan masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah lain.
Menurut dia, evaluasi tidak hanya menyasar proses belajar mengajar, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kelengkapan sarana prasarana pendidikan.
''Evaluasi di sini menurut kami yang pertama dari persiapan dan kesiapan SDM, kemudian sarana prasarana. Itu yang lebih penting,'' ujarnya, Jumat (3/7).
Rudi juga menilai pola pembelajaran yang selama ini diterapkan masih terlalu berfokus pada hafalan rumus dan latihan soal.
Kondisi tersebut dinilai belum mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis maupun pemahaman konsep peserta didik.
''Ini dari dindik harus menerima dan menjadi PR mereka ke depan,'' tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pacitan Warkim Sutarto meminta hasil TKA tidak disikapi dengan saling menyalahkan.
Menurutnya, capaian tersebut justru harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki mutu pendidikan.
Dia menegaskan, penguatan literasi dan numerasi perlu menjadi prioritas seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Pacitan.
''Tentu menjadi perhatian kita bersama. Hasil ini hendaknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang perlu disesali, melainkan menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Pacitan,'' katanya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto