Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan mulai mempercepat penyediaan infrastruktur kendaraan listrik dengan menyiapkan 105 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat pembangunan kini mulai disurvei oleh investor.
Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan Engga Riski Swardani mengatakan, pemkab menawarkan kerja sama penyediaan lahan kepada PT Green Global Charging Station Investment Indonesia.
Lokasi yang disiapkan tersebar di kantor organisasi perangkat daerah (OPD), terminal, pasar, sekolah, hingga destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah.
"Lokasinya tersebar di kantor OPD, terminal, pasar, sekolah hingga destinasi wisata yang dikelola pemda," ujarnya, Sabtu (4/7).
Engga menjelaskan, skema kerja sama tersebut tidak menggunakan sistem bagi hasil.
Investor hanya menyewa lahan milik pemkab untuk membangun fasilitas pengisian daya kendaraan listrik dengan masa sewa awal selama tiga tahun.
Menurut dia, kebutuhan lahan untuk pembangunan SPKLU juga relatif kecil.
Satu unit pengisian mobil listrik membutuhkan area sekitar 2,5 x 5 meter, sedangkan pengisian daya sepeda motor listrik hanya memerlukan lahan sekitar 1 x 1 meter.
"Untuk tahap awal mereka akan menyewa selama tiga tahun," katanya.
Proses survei lapangan masih terus berlangsung.
Hingga hari kedua pendataan, sekitar 40 titik telah masuk tahap survei awal.
Beberapa di antaranya berada di kawasan wisata unggulan, seperti Pantai Pancer Door, Pantai Klayar, dan Pantai Srau.
Pada tahap awal, setiap lokasi direncanakan memiliki satu slot pengisian mobil listrik dan satu slot pengisian motor listrik.
"Untuk sementara setiap lokasi akan disediakan satu slot pengisian mobil dan satu slot motor listrik," pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto