Jawa Pos Radar Pacitan - Penantian keluarga Dimas Andrian akhirnya berakhir.
Setelah dilaporkan hilang selama hampir sepekan dan sempat menjadi perhatian masyarakat, pemuda asal Pacitan tersebut dipastikan telah ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepastian itu disampaikan Polres Pacitan setelah menerima informasi bahwa Dimas telah ditemukan.
Meski demikian, polisi masih belum memperoleh informasi mengenai lokasi maupun kronologi penemuannya.
Kasi Humas Polres Pacitan Aiptu Thomas Alim Suheny mengatakan informasi mengenai ditemukannya Dimas diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Jumat sore (3/7).
"SPKT sudah mengabari, yang bersangkutan telah ditemukan. Namun belum diketahui ditemukan di mana," katanya, Senin (6/7).
Hingga kini, kepolisian masih menunggu informasi lebih lanjut terkait lokasi serta kondisi saat Dimas ditemukan.
Sebelumnya, Dimas Andrian, 20, dilaporkan hilang setelah tidak dapat dihubungi keluarganya sejak 30 Juni 2026.
Alumni Pondok Tremas tersebut diketahui menjadi pengurus salah satu pondok pesantren di Kabupaten Boyolali.
Sebelum dinyatakan hilang, Dimas meminta izin untuk menghadiri kegiatan haul di Pondok Tremas selama sekitar sepekan.
Dalam perjalanannya, Dimas sempat menginap selama tiga hari di rumah temannya di Desa Tahunan, Kecamatan Tegalombo.
Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan dengan rencana berziarah ke Surabaya. Temannya mengantarkan Dimas hingga Ponorogo untuk membeli sepeda.
Pada 24 Juni, Dimas mengunggah status WhatsApp yang menunjukkan dirinya berada di wilayah Madiun.
Saat itu, ia menyampaikan sedang mengayuh sepeda menuju Surabaya.
Dua hari kemudian, Dimas kembali mengunggah status yang memperlihatkan dirinya berada di kawasan Sunan Ampel, Surabaya.
Setelah unggahan tersebut, komunikasi antara Dimas dan keluarganya terputus.
Telepon maupun pesan yang dikirim sejak 30 Juni tidak lagi mendapatkan respons.
Kondisi itu membuat keluarga melaporkan kehilangan tersebut ke Polres Pacitan hingga akhirnya polisi menerima kabar bahwa Dimas telah ditemukan dalam keadaan selamat. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto