Jawa Pos Radar Pacitan – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pacitan tetap memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran 2026/2027 bulan ini.
Namun, pelaksanaan sekolah gratis berkonsep asrama tersebut diwarnai minimnya peminat pada jenjang sekolah dasar (SD).
Target awal tiga rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD tidak tercapai.
Dari kapasitas 90 siswa, hanya satu rombel yang terbentuk dengan jumlah 20 peserta didik.
Akibatnya, dua rombel SD dibatalkan dan kuotanya dialihkan ke jenjang SMA.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan Agung Mukti Wibowo mengatakan, total kuota Sekolah Rakyat di Pacitan tetap sebanyak 270 siswa.
Hanya saja, distribusi kuota berubah menyesuaikan jumlah pendaftar.
"Kuota untuk Pacitan tetap 270 kursi. Karena jenjang SD hanya mendapat satu kelas, maka dua kelas dialihkan ke jenjang SMA," ujarnya, Kamis (9/7).
Berdasarkan penetapan calon siswa, Sekolah Rakyat Pacitan akan menampung 20 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 150 siswa SMA.
Dengan demikian, jumlah peserta didik yang siap mengikuti pembelajaran saat ini mencapai 260 siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pacitan Heri Setijono memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dimulai pada Juli 2026 meski kuota belum terisi sepenuhnya.
"Insya Allah dimulai bulan ini," katanya.
Saat ini, proses penyelesaian pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat juga terus dikebut agar seluruh sarana siap digunakan saat kegiatan belajar mengajar dimulai. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto