Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

13.699 Warga Pacitan Terserang ISPA, Dinkes Waspadai Lonjakan Saat Kemarau

Nur Cahyono • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:00 WIB
Warga menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Foto: NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN
Warga menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Foto: NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Pacitan.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 13.699 warga mengalami ISPA.

Memasuki musim kemarau, Dinkes mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Paparan debu dan perubahan cuaca ekstrem diperkirakan dapat memicu lonjakan kasus dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan Nur Farida mengatakan, peningkatan kasus ISPA umumnya mulai terlihat sejak musim penghujan dan berlanjut saat masa pancaroba hingga musim kemarau.

"Saat kemarau, paparan debu semakin tinggi. Kondisi itu menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus ISPA," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Selain debu, fenomena bediding atau suhu udara yang sangat dingin pada malam hari dan panas menyengat pada siang hari juga menjadi faktor yang memengaruhi meningkatnya kasus ISPA.

Perubahan suhu yang terjadi dalam waktu singkat dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang infeksi saluran pernapasan.

Menurut Farida, kelompok yang paling rentan mengalami ISPA adalah anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi paparan debu, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila diperlukan.

Meski jumlah kasus cukup tinggi, Dinkes mencatat prevalensi ISPA di Pacitan sekitar 2,3 persen, lebih rendah dibandingkan prevalensi nasional yang berada di kisaran 23 persen.

Farida mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala seperti batuk, pilek, maupun sesak napas yang berlangsung dalam waktu lama.

"Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila keluhan tidak kunjung membaik agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin," tandasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
penyakit saluran pernapasan pacitan Dinas Kesehatan Pacitan ISPA musim kemarau