Jawa Pos Radar Madiun - Pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Pacitan terus dikebut.
Hingga pertengahan Juli, Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan mencatat capaian pendataan baru melampaui 40 persen sehingga petugas harus bekerja lebih keras untuk mengejar target penyelesaian sesuai jadwal.
Kepala BPS Pacitan Kiki Ferdiana mengatakan, tantangan utama yang dihadapi petugas adalah menyesuaikan waktu dengan aktivitas para pelaku usaha.
Banyak responden baru dapat ditemui setelah menyelesaikan pekerjaan, sehingga pendataan kerap dilakukan hingga malam hari.
"Petugas menyesuaikan waktu responden. Ada yang bisa ditemui pagi, siang, sore, bahkan malam hari," ujarnya, Jumat (17/7).
Selain kendala waktu, kondisi geografis Pacitan yang didominasi wilayah berbukit juga menjadi tantangan tersendiri.
Di sejumlah desa, jarak antarrumah yang cukup berjauhan membuat mobilitas petugas menjadi lebih lama.
Meski demikian, BPS Pacitan memastikan proses pendataan terus dipercepat agar target pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat tercapai sesuai jadwal.
"Kami memastikan pendataan terus dikebut agar target penyelesaian sensus dapat tercapai sesuai jadwal," katanya.
Kiki mengimbau seluruh pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas.
Menurutnya, kualitas data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan serta pengembangan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
"Kami berharap seluruh pelaku usaha bersedia memberikan informasi yang benar agar data yang dihasilkan akurat," tandasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto