Jawa Pos Radar Madiun – Batangnya kopi liberica, tetapi bagian atasnya tumbuh kopi robusta.
Eksperimen sambung pucuk itulah yang kini menjadi andalan Sukatman, 57, mengembangkan kebun kopi di Dusun Gemiring, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.
Hasilnya tak mengecewakan. Setelah beberapa tahun dirawat, tanaman kopi hasil sambung pucuk tersebut tumbuh subur dan mampu mengantarkan Sukatman memanen sekitar 100 kilogram kopi dalam satu musim petik merah.
Perjalanan Sukatman mengembangkan kopi bermula dari tanaman liberica peninggalan orang tuanya. Ketika itu, kondisi tanaman kurang optimal.
’’Tanamannya dulu mengalami masalah pertumbuhan,’’ kata Sukatman, Minggu (23/8).
Tanaman kopi liberica milik keluarganya semula dibiarkan tumbuh menjulang.
Kondisi tersebut membuat proses pemanenan menjadi sulit, sementara produksi buah tidak maksimal.
Sekitar empat tahun lalu, Sukatman mencoba mengubah pola perawatan. Batang kopi tua itu dipangkas untuk merangsang pertumbuhan baru.
’’Dipangkas hingga sekitar 160 sentimeter,’’ ujarnya.
Tak lama kemudian, tunas-tunas baru mulai bermunculan. Sukatman merawatnya sebelum mencoba teknik sambung pucuk kopi menggunakan varietas robusta.
Batang bawah tetap mempertahankan liberica. Sedangkan bagian atas tanaman menggunakan robusta.
’’Awalnya saya coba di satu lahan. Ternyata sambung pucuknya berhasil, tumbuh subur, dan hasilnya bagus,’’ ungkap Sukatman.
Keberhasilan percobaan pertama membuat Sukatman semakin yakin dengan potensi tanaman kopi.
Beberapa tahun berselang, tanaman hasil sambung pucuk mulai menghasilkan buah cukup lebat.
Hasil tersebut mendorongnya melakukan ekspansi kecil-kecilan. Tiga bidang lahan miliknya yang sebelumnya menganggur kemudian dimanfaatkan untuk menanam kopi.
’’Setelah puas dengan hasilnya, kebun lain yang sebelumnya menganggur saya tanami kopi semua,’’ terangnya.
Kini, kebun kopi Banjarjo tersebut mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram dalam satu musim petik merah.
Namun, Sukatman menilai produktivitas tersebut tidak datang begitu saja.
Pemupukan dan perawatan rutin menjadi kunci agar tanaman tetap produktif dari musim ke musim.
’’Kalau pemupukan dan perawatannya benar, kopi bisa terus berbuah setiap musim,’’ jelasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto