Jawa Pos Radar Madiun – Proyek senilai Rp 2,46 miliar mulai mengubah wajah pesisir Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Pacitan.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tersebut kini memasuki tahap awal dengan pengawasan yang turut melibatkan TNI dan kejaksaan.
Proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu dikerjakan PT Gora Cipta Sarana.
Sedangkan pengawasan pekerjaan melibatkan PT Agrinas Jaladri Nusantara sebagai konsultan pengawas.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pacitan Samson Hairul Fatah mengatakan, TNI dan kejaksaan juga mendapatkan tugas untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek.
’’Kejaksaan dan TNI ditugaskan melakukan pengawasan kegiatan KNMP,’’ ujar Samson, Minggu (23/8).
Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Pacitan yang berada di kawasan pesisir membuat spesifikasi material menjadi perhatian khusus.
Paparan air laut membuat material yang digunakan harus memiliki ketahanan terhadap korosi.
Standar mutu pun harus dipenuhi sebelum material dipasang pada bangunan.
Koordinator Pelaksana Rusdi mengatakan, material yang digunakan dalam proyek Kampung Nelayan Jetak wajib melewati pengujian.
’’Semua ada standarnya. Material juga melalui pengujian, seperti uji besi dan kuat tekan beton,’’ katanya.
Pengujian tersebut diperlukan untuk memastikan material memenuhi spesifikasi proyek.
Terlebih, bangunan bakal berada di lingkungan pesisir yang memiliki risiko korosi lebih tinggi.
Selain membangun infrastruktur bagi nelayan, proyek tersebut mulai memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.
Sejauh ini, tenaga kerja yang terlibat seluruhnya berasal dari warga lokal. Pelaksana belum mendatangkan pekerja dari luar daerah.
’’Kami belum mendatangkan pekerja dari luar. Kemungkinan besar lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal,’’ jelas Rusdi.
Sejumlah bagian desain juga mengalami penyesuaian berdasarkan kebutuhan nelayan. Salah satunya arah pintu bangunan.
Dalam rancangan awal, pintu bangunan menghadap jalan. Namun, orientasinya kemudian diubah menghadap laut untuk mempermudah proses bongkar muat hasil tangkapan.
Akses keluar-masuk perahu juga bakal diperlebar. Bebatuan di sekitar jalur tersebut akan digeser agar aktivitas nelayan lebih leluasa.
’’Nelayan meminta akses perahu diakomodasi agar lebih leluasa keluar masuk,’’ pungkas Rusdi. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto