Sekali Melaut Nelayan Pacitan Bawa 5 Ton Albakora, Tangkapan Naik Dua Kali Lipat

Nur Cahyono • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:33 WIB
PANEN ALBAKORA: Nelayan membongkar hasil tangkapan di PPP Tamperan, Pacitan. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN
PANEN ALBAKORA: Nelayan membongkar hasil tangkapan di PPP Tamperan, Pacitan. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Musim albakora membawa berkah bagi nelayan kapal besar di Pacitan.

Beberapa pekan terakhir, tangkapan tuna sirip panjang itu melonjak hingga dua kali lipat. Sekali melaut, satu kapal bisa membawa pulang sekitar lima ton ikan.

Kesibukan bongkar muatan terlihat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Kamis (10/9).

Sejumlah kapal kembali merapat setelah menghabiskan waktu sekitar sepuluh hari berburu ikan di laut.

Hasil tangkapan kemudian dibawa menuju tempat pelelangan ikan (TPI) untuk ditimbang dan dilelang.

Ahmad Toha, salah seorang anak buah kapal (ABK), mengatakan hasil tangkapan ikan besar belakangan cukup melimpah.

Dalam sekali perjalanan melaut, kapal bisa membawa sekitar lima ton albakora.

’’Jumlah itu meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan kondisi normal,’’ ujarnya.

Melimpahnya tangkapan membuat sejumlah kapal memilih menghabiskan waktu lebih lama di laut selama musim albakora.

Kondisi tersebut turut membuat kolam labuh PPP Tamperan belakangan relatif lengang.

Data UPT PPP Tamperan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur mencatat, musim albakora umumnya berlangsung mulai Mei dan memasuki periode puncak pada Juli hingga September.

Sementara itu, produksi tuna yang didaratkan di PPP Tamperan menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, produksinya tercatat 535 ton dan naik menjadi 630 ton pada 2023.

Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 728 ton pada 2024 dan mencapai 936 ton sepanjang 2025.

Sedangkan produksi tuna sepanjang 2026 hingga periode terakhir pendataan tercatat 226 ton.

Namun, berkah musim albakora belum dirasakan merata. Nelayan kapal kecil justru masih menghadapi minimnya tangkapan karena musim ikan kecil belum tiba.

’’Musim ikan kecil biasanya baru berlangsung sekitar November,’’ kata Noto, nelayan setempat.

Di tengah meningkatnya aktivitas penangkapan ikan, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengingatkan nelayan agar tetap mengutamakan keselamatan.

’’Nelayan juga perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut,’’ imbaunya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
musim albakora tuna sirip panjang PPP Tamperan nelayan pacitan