Jawa Pos Radar Pacitan – Dua malam, dua nyawa pelajar melayang di jalan raya Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.
Korban masing-masing berusia 13 dan 15 tahun. Keduanya meninggal setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.
Terbaru, Radhito Zivana Yurcel, 15, warga Desa Tanjungpuro, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Ngadirojo–Tulakan, Jumat malam (25/9).
Setelah sempat mendapat perawatan intensif, korban dinyatakan meninggal Sabtu (26/9) sekitar pukul 04.15.
Dua hari sebelumnya, ABP, 13, meninggal akibat kecelakaan di Jalan Raya Pacitan–Lorok, Dusun Jangkrik, Desa Hadiluwih.
Rentetan kecelakaan tersebut membuat Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar kembali mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.
’’Mulut saya sampai berbusa,’’ kata Ayub, Sabtu (26/9).
Ayub mengatakan, peringatan mengenai bahaya anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor telah berulang kali disampaikan. Sosialisasi juga menyasar sekolah maupun instansi terkait.
Sebab, pengendara di bawah umur tidak hanya berisiko membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
’’Kemarin waktu ulang tahun Satlantas juga saya sampaikan di hadapan bapak-ibu kepala sekolah serta instansi terkait,’’ ujarnya.
Kasat Lantas Polres Pacitan AKP Moch. Angga Bagus Sasongko membenarkan bahwa kedua korban masih di bawah umur.
Kecelakaan pertama terjadi Rabu (23/9). Saat itu, ABP mengendarai Honda Supra X AE 6779 YE berboncengan dengan MHA, 13.
Saat berupaya mendahului kendaraan, sepeda motor tersebut bertabrakan dengan Isuzu Panther Pick Up AD 8311 BB yang datang dari arah berlawanan.
ABP meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Ngadirojo.
Sedangkan MHA mengalami patah tulang tangan kanan dan harus menjalani perawatan di rumah sakit luar daerah.
Dua hari berselang, Radhito mengalami kecelakaan di Jalan Raya Ngadirojo–Tulakan.
Yamaha Jupiter tanpa pelat nomor yang dikendarainya menabrak bagian belakang Honda Beat yang melaju searah.
Radhito mengalami luka berat di kepala. Setelah menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong.
Dia dinyatakan meninggal Sabtu (26/9) sekitar pukul 04.15. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto