Talud SDN Mantren Pacitan Retak, Bangunan Sekolah Terancam Longsor

Nur Cahyono • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:13 WIB
RAWAN LONGSOR: Talud penahan tanah setinggi enam meter di halaman SDN Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, mengalami keretakan, Senin (26/10).
RAWAN LONGSOR: Talud penahan tanah setinggi enam meter di halaman SDN Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, mengalami keretakan, Senin (26/10).

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman longsor membayangi SDN Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.

Talud penahan tanah setinggi enam meter di halaman sekolah tersebut mengalami keretakan setelah hujan deras mengguyur kawasan setempat, Senin (26/10).

Kondisi talud dikhawatirkan semakin memburuk apabila hujan lebat kembali turun.

Retakan yang melebar berpotensi memicu longsor dan mengancam bangunan di sekitar lokasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan langsung menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, petugas memasang terpal pada bagian talud yang mengalami keretakan.

Langkah sementara tersebut dilakukan untuk mengurangi masuknya air hujan ke bagian tanah yang retak.

Sebab, rembesan air dikhawatirkan memperparah kondisi talud.

’’Penanganan darurat dilakukan untuk mengantisipasi dampak hujan susulan,’’ ujarnya, Selasa (27/10).

Menurut Yagus, kondisi talud SDN Mantren masih perlu mendapat perhatian. Terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Air yang meresap ke area retakan berpotensi memperburuk kondisi tanah di belakang dinding penahan.

Jika kerusakan terus berkembang, risiko longsor dapat meningkat.

Meski demikian, aktivitas belajar mengajar di SDN Mantren masih berlangsung.

BPBD meminta pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan retakan pada talud.

Penanganan menggunakan terpal masih bersifat darurat untuk mengantisipasi dampak hujan susulan.

Selain kerusakan talud sekolah, BPBD Pacitan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana saat memasuki musim hujan.

Kewaspadaan terutama diperlukan bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan, dekat lereng, serta wilayah rawan longsor dan banjir.

Yagus meminta masyarakat memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, termasuk munculnya retakan tanah maupun pergeseran lereng.

Tanda-tanda tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan potensi pergerakan tanah.

’’Perhatikan kondisi lingkungan, terutama jika muncul retakan tanah, pergeseran lereng, atau tanda-tanda lain yang mengarah pada potensi bencana,’’ imbaunya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
Talud SDN Mantren Kebonagung Pacitan bpbd pacitan Bencana hidrometeorologi longsor pacitan