Jawa Pos Radar Pacitan – Setelah menghadapi kekeringan berkepanjangan, Kabupaten Pacitan mulai dibayangi ancaman tanah longsor.
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tulakan menyebabkan tebing ambrol hingga menjebol dinding rumah warga, Senin (2/11) pagi.
Longsor terjadi sekitar pukul 05.00 di Dusun Jeruk, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan.
Tebing di samping rumah milik Samto runtuh setelah diguyur hujan berintensitas tinggi dalam waktu cukup lama.
Material tanah menghantam bangunan hingga salah satu dinding rumah jebol. Peristiwa tersebut mengejutkan penghuni yang saat itu masih beristirahat.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, hujan deras menjadi pemicu longsornya tebing di samping rumah Samto.
Menurutnya, kondisi tanah yang sebelumnya kering mengalami perubahan setelah menerima guyuran hujan dalam durasi cukup lama. Akibatnya, kestabilan tanah berkurang hingga memicu longsor.
’’Kondisi tebing yang sebelumnya kering kemudian terguyur air hujan sehingga tanah menjadi labil dan akhirnya longsor,’’ ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Meski salah satu dinding rumah rusak akibat tertimpa material longsoran, keluarga Samto memilih tetap bertahan di kediamannya.
Seusai kejadian, warga bersama pemerintah desa setempat bergotong royong membersihkan timbunan tanah. Pembersihan dilakukan menggunakan peralatan seadanya.
Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pacitan terus memantau perkembangan cuaca dan mendata laporan kejadian bencana yang masuk.
Pemantauan dilakukan seiring meningkatnya potensi bencana tanah longsor ketika hujan deras mengguyur kawasan perbukitan.
Yagus meminta masyarakat yang tinggal berdekatan dengan tebing meningkatkan kewaspadaan. Terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.
Sebab, kondisi tersebut berpotensi memicu pergerakan tanah dan longsor susulan di wilayah rawan.
’’Terutama yang tinggal di kawasan perbukitan dan dekat tebing, mengingat potensi tanah longsor dapat meningkat saat hujan deras berlangsung lama,’’ imbaunya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto