Jawa Pos Radar Pacitan – Kualitas pengaspalan Jalan Tirtoyoso dipertanyakan.
Jalur strategis menuju Mako Lanal dan destinasi wisata Watu Mejo Mangrove Park itu kini mengalami kerusakan cukup parah, padahal baru diresmikan 25 Desember 2025 lalu.
Di sejumlah titik, aspal mengelupas dan berlubang. Bahkan terdapat lubang dengan diameter lebih dari satu meter.
Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan mengingat proyek senilai Rp 2,8 miliar itu belum genap tiga bulan digunakan.
Kepala UPT Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Hari Budisantoso mengamini adanya kerusakan tersebut.
Menurutnya, faktor cuaca serta beban kendaraan proyek turut memengaruhi kondisi jalan.
“Karena masih masa pemeliharaan, tetap menjadi tanggung jawab kontraktor,” katanya, Sabtu (28/2).
Dia menjelaskan masa pemeliharaan proyek berlaku selama 365 hari sejak peresmian.
Saat ini proses perbaikan masih tahap persiapan.
’’Rencana 1 Maret sudah action. Waktunya maksimal dua minggu,” jelasnya.
Proyek perbaikan struktur Jalan Tirtoyoso bersumber dari DPA SKPD DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan sepanjang 1.700 meter dengan lebar lima meter di Desa Kembang tersebut dikerjakan CV Setyo Satuhu Ratna Grup. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto