Jawa Pos Radar Madiun - Lebih dari separuh abad Universitas Brawijaya (UB) mendidik ratusan ribu sarjana, magister, doktor, hingga profesor.
Rabu malam (22/10), UB secara resmi membuka perayaan hari ulang tahun (HUT) alias Dies Natalis yang ke-63 dengan salawat bersama.
Dengan tajuk Brawijaya Bersalawat, perayaan ini sekaligus memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) yang juga diperingati di hari yang sama.
“Ini bentuk doa agar seluruh kegiatan dan agenda kampus berjalan lancar tanpa kendala,” ujar Ketua Dies Natalis ke-63 UB Prof Dr Hamidah Nayati Utami.
Hampir seribu mahasiswa dan masyarakat umum datang memenuhi Gedung Samantha Krida, UB yang jadi venue acara.
Brawijaya Bersalawat juga diisi dengan mauizah khazanah dari Menteri Haji dan Umrah. KH Dr Mochamad Irfan Yusuf M Si.
Sejak pagi, rangkaian acara HUT sebenarnya sudah diawali dengan seminar nasional dengan tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.
Seminar ini langsung disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah.
Hamidah mengatakan, tahun ini, Dies Natalis UB memang lebih menekankan kegiatan yang langsung berdampak pada masyarakat.
Hal tersebut sesuai dengan tema ulang tahun yang bertajuk Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata.
“Kami memang mengedepankan kegiatan ilmiah dan social engagement untuk ulang tahun kali ini,” papar Hamidah.
Wanita yang juga menjabat Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB itu mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar.
Salah satunya melalui kegiatan Nguri-uri Budaya Dapur untuk menggali kebudayaan di daerah Ketawanggede.
Selain itu, juga ada kegiatan Jambore Jazz Kampus yang tak kalah menarik untuk disaksikan.
Total ada 16 rangkaian kegiatan yang menjadi agenda perayaan Dies Natalis UB kali in. Dimulai sejak 21 Oktober 2025, acara akan berlangsung hingga 5 Januari 2026 mendatang.
Untuk menambah kemeriahan acara, diselenggarakan pula Kenduri UB dan pagelaran wayang kulit yang juga membuat HUT kali ini semakin semarak.
Menurutnya, UB juga memanfaatkan aktivitas HUT ini agar berdampak pada masyarakat.
Baik warga lokal, nasional, maupun efek secara global. Selain itu, Hamidah juga menekankan arah UB menuju Kampus Berdaya.
“Artinya, UB akan terus berkembang dengan semakin berdaya, unggul, serta inovatif,” pungkasnya. (aff/die)
Editor : Mizan Ahsani