Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, pemerintah kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap anak.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) saat memberikan kuliah umum di Subang, Jawa Barat,
dengan menekankan bahwa tugas utama anak adalah belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
Menurut Menteri PPPA saat itu, anak merupakan aset berharga yang menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Karena itu, mereka perlu mendapatkan perlindungan dan pembinaan dari keluarga, masyarakat, maupun pemerintah.
Anak Adalah Generasi Masa Depan Bangsa
Dalam paparannya, Menteri Yohana menegaskan bahwa pembangunan bangsa yang kuat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat global.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak perlu dibekali nilai agama, moral, dan etika yang baik agar mampu menghadapi berbagai perubahan zaman.
Baca Juga: Jam Tangan One Piece Ini Bukan Sekadar Merchandise, Ada Detail yang Bikin Kolektor Tertarik
Melalui pendekatan yang tepat, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga negara.
"Menteri Yohana yakin dan percaya bahwa untuk membangun sebuah bangsa yang baik diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing."
Imbauan Agar Pelajar Tidak Terlibat Aksi Demonstrasi
Pada kesempatan tersebut, Menteri Yohana mengimbau para pelajar untuk tidak ikut dalam aksi demonstrasi maupun tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Menurutnya, anak memang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan berekspresi.
Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara yang santun, bertanggung jawab, dan tidak mengganggu ketertiban umum.
"Anak-anak itu tidak boleh dilibatkan dalam aksi demonstrasi karena tugas anak adalah sekolah dan belajar."
Ia juga mengingatkan agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Perlindungan Anak Tetap Harus Diutamakan
Menteri Yohana turut menyoroti adanya anak-anak yang menjadi korban luka dalam sejumlah aksi demonstrasi pada waktu itu.
Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan mampu membedakan penanganan terhadap peserta aksi yang masih berstatus anak.
Sebab, anak tetap memperoleh perlindungan khusus sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga: Emas Melemah ke Rp2,46 Juta per Gram, Investor Mulai Mengincar Peluang Baru
Menurutnya, siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap hak-hak anak harus mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai hukum.
Peran Keluarga dan Sekolah Sangat Penting
Selain pemerintah, keluarga dan tenaga pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi serta melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif.
Menteri Yohana menekankan bahwa orang tua harus aktif memantau aktivitas anak agar tidak mudah terprovokasi atau terlibat dalam kegiatan yang berisiko membahayakan keselamatan mereka.
Beberapa peran penting keluarga dan sekolah antara lain:
- Memberikan pendampingan kepada anak.
- Mengawasi aktivitas di lingkungan sosial maupun digital.
- Menanamkan nilai moral dan etika sejak dini.
- Mendorong anak menyampaikan pendapat secara positif.
- Membantu anak memahami hak dan kewajibannya sebagai pelajar.
Forum Anak Jadi Wadah Aspirasi Generasi Muda
Sebagai sarana bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan dan pendapat, Kementerian PPPA telah membentuk Forum Anak (FA) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Forum tersebut menjadi ruang partisipasi bagi anak untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, serta terlibat dalam berbagai kegiatan positif tanpa harus turun ke jalan.
Baca Juga: The Economist Nilai Indonesia Hadapi Risiko Fiskal dan Demokrasi di Era Prabowo
Melalui wadah tersebut, anak-anak tetap dapat berkontribusi terhadap lingkungan dan pembangunan sosial dengan cara yang aman serta sesuai dengan usia mereka.
Karakter Kuat Harus Dibangun Sejak Dini
Dalam kegiatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Prof. Ermaya Suradinata, menegaskan bahwa pembentukan karakter unggul harus dimulai sejak usia dini.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki mental yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Karakter yang baik dinilai menjadi fondasi penting bagi lahirnya pemimpin dan sumber daya manusia berkualitas di masa mendatang.
Dengan pendidikan yang baik, dukungan keluarga, serta lingkungan yang positif, anak-anak Indonesia diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beretika, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun