PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Butuh kerja keras menuntaskan problem tanah retak di Km 226 Jalur Ponorogo-Pacitan (Poci). Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua kabupaten. Tak ada akses lain bagi warga Ponorogo-Pacitan selain harus memutar melewati Jawa Tengah.
Pada 2020 silam, tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan pengamatan. Tepatnya setelah terjadi longsor yang menyebabkan badan jalan menganga nyaris 10 meter pada Februari 2020. Salah satu unit di lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM itu turut memberikan rekomendasi penanganan di kawasan rawan longsor tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indrawardhana mengatakan, rehabilitasi jalur nasional itu sepenuhnya menjadi tanggungan pemprov dan pusat. Pemkab sebatas menginformasikan jika terjadi hal mendesak, seperti bencana kali ini. ‘’Dinas PU Jatim cek lokasi nanti siang sekitar pukul 14.00,’’ ujarnya, Selasa (29/3).
Tiap bencana, lintas sektor bahu-membahu melakukan pembersihan. Tak terkecuali Satbrimob Polda Jatim. ‘’Tadi bersih-bersih bersama petugas gabungan dan warga setempat. Alhamdulillah akses jalan sudah dapat dibuka kembali,’’ kata Danton 4 Kompi Dua Batalion C Pelopor Satbrimob Polda Jatim Aiptu Nanang. (kid/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto