PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Laporan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Ponorogo tembus 4.000 kasus. Dari total itu, 75 persen merupakan kasus dari Kecamatan Pudak. Meluasnya sebaran PMK turut menyebabkan carut-marut data kematian ternak akibat PMK.
Kepala Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo Masun mengaku ada ketimpangan data kematian. Dispertahankan melaporkan kematian tak sesuai kenyataan di lapangan yang mencapai ratusan. Penyebabnya, kurangnya tenaga veteriner yang harus mengecek satu per satu kematian ternak yang dilaporkan di lapangan. ‘’Untuk yang mati itu harus saya luruskan. Karena keterbatasan tenaga, laporan dari peternak belum ditindaklanjuti dan dicek di lapangan. Kalau sudah dicek, baru input,’’ katanya, Minggu (19/6).
Masun menyimpulkan bahwa kabupaten ini kekurangan mantri hewan. Saat ini hanya digawangi sembilan dokter hewan yang harus meng-cover 21 kecamatan. Di Kecamatan Pudak saja hanya digawangi satu mantri yang harus berbagi tugas ke Mlarak. ‘’Bayangkan, sembilan dokter hewan harus meng-cover 21 kecamatan,’’ ujarnya.
Masun telah berkoordinasi dengan bupati terkait persoalan pelik ini. Solusinya, pemkab segera merekrut relawan dokter hewan. Masun mengusulkan tambahan 12 dokter hewan dan 10 paramedik. Namun, perekrutan tidak dapat dilakukan dalam waktu satu-dua hari ke depan. Ada proses perekrutan seperti relawan Covid-19. ‘’Semoga bisa dipercepat dalam waktu dekat,’’ harapnya.
Dengan penambahan tenaga itu diharapkan penanganan lebih optimal. Tenaga yang ada dapat menjalankan pendataan yang mencakup tiga klaster. Yakni, objek data, metode penarikan, dan penyajian. ‘’Tenaga yang ada sebelumnya concern ke pengobatan. Dengan tambahan ini dapat mem-back up pendataan,’’ terangnya.
Rencananya, rekrutmen bakal diumumkan dalam waktu dekat. Diharapkan ada dukungan dari tiga perguruan tinggi yang memiliki jurusan dokter hewan di Jawa Timur. Perguruan tinggi itu selama ini telah bekerja sama dengan pemprov untuk menangani daerah wabah. ‘’Penugasannya nanti mengikuti konsentrasi persebaran PMK,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)
AKUMULASI PMK
- 4.000 total kasus di Kabupaten Ponorogo
- 3.076 total kasus di Kecamatan Pudak
- 146 total kasus kematian
- 196 total dipotong paksa (dijual)
- Rp 2 juta harga jual per ekor
- Rp 750 miliar potensi kerugian peternak Kecamatan Pudak
PETUGAS VETERINER
- 9 dokter hewan
- 21 kecamatan wilayah tugas
- 12 dokter hewan kebutuhan tambahan
- 10 paramedik kebutuhan tambahan
Editor : Hengky Ristanto