PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Duet menawan bujang ganong dan tarian sufi memukau ribuan warga di sepanjang H.O.S. Cokroaminoto dan Jenderal Sudirman (Jendsud) kemarin (9/8). Parade yang melibatkan 2022 penari bujang ganong dan 100 penari sufi itu melibatkan pelajar SD dan SMP di kabupaten ini.
‘’Ganongan dan sufi itu saling terikat. Bujang ganong beratraksi memakai topeng, tidak mau ketahuan siapa penarinya. Inilah makna sufi sesungguhnya, artinya ikhlas,’’ kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Parade itu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) kategori rekor dunia. Ponorogo tercatat sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pergelaran tari bujang ganong terbanyak. ‘’Tercatat sebagai rekor ke-10.468,’’ kata Perwakilan Muri Sri Widayati usai menyerahkan piagam ke bupati kemarin.
Pecah rekor itu turut menguatkan kabupaten ini sebagai gudangnya penari. Lembaga yang berdiri 1990 lalu itu mencatat sederet rekor sebelumnya. Yakni, pergelaran kesenian reog terbanyak dengan 127 grup tercatat sebagai rekor 2003 lalu. Kemudian, dadak merak terbanyak dengan 150 grup, lalu tari jathil terbanyak. Serta tari krido warok cilik dengan peserta terbanyak, total 19.271, Juni lalu. ‘’Ini dapat menjadi inspirasi kepada pemerintah daerah yang lain agar menunjukkan dan mengukir gelar seni yang dimiliki,’’ lanjutnya.
So Yeon, mahasiswa Jeju National University, South Korea, antusias menyaksikan pentas tersebut. Saat atraksi dimulai, dia buru-buru mengabadikan momen dengan gawainya. ‘’Acara ini ada tarian yang membuat menarik dan keren,’’ kata So Yeon yang tengah melakukan studi banding. (mg2/kid/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto