PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Jalur penghubung Desa Wagir Kidul, Pulung menuju Pudak putus total. Tebing penahan bahu jalan longsor. Sedikitnya 82 kepala keluarga (KK) di dua RT terancam terisolir. Mereka harus memutar tujuh kilometer jauhnya menuju jalan utama.
Miskun, Perangkat Desa Wagir Kidul, Pulung menyebut bahwa kejadian diketahui warga pukul 06.00 kemarin (18/10). Warga setempat mendengar suara gemuruh hingga rumah di sekitarnya ikut bergetar. "Tanda-tanda ada suara gemuruh keras sekali, tau-tau longsor ini," kata Miskun.
Miskun menyatakan, titik tersebut rawan longsor. Pemdes telah melakukan tiga kali upaya perbaikan. Mulai membangun talud pengaman bahu jalan, hingga dua kali membangun bronjong. Terakhir pembangu nan 2019 lalu. "Talud sudah, bronjong dua kali. Lokasinya rawan, memang tidak bisa dibangun," ujarnya.
Akibat longsor ruas jalan hanya tersisa satu meter. Pihaknya telah menutup total akses tersebut lantaran membahayakan. Jalur itu menghubungkan ke Desa Tambang, Krisik, Pudak Wetan, Pudak Kulon, dan Banjarejo di Kecamatan Pudak. "Harus memutar ke sana, nggak bisa lewat sini," ungkapnya.
Didik Kurniawan, warga Desa Banjarejo, Pudak, pilih jalan kaki lewat jalan tersebut. Kendaraannya dititipkan ke rumah warga yang ada di dekat lokasi. Kebetulan dia bersama rombongan warga desanya hendak takziah ke rumah saudara yang ada di seberang longsoran. "Kalau lewat jalan lain tujuh kilometer mutarnya, motor pilih ditaruh di atas terus jalan kaki," kata Didik.
BPBD Ponorogo mencatat sebanyak 268 jiwa di dua RT II dan II RW IV terdampak. Mereka yang terdiri dari 82 KK itu terancam terisolir. Selain kehilangan akses utama, tiang kabel listrik yang ada di pinggir jalan terancam roboh jika ada longsor susulan.
"Kami sudah melakukan inventarisir bencana dan dampak yang ditimbulkan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Surono. (kid/fin)
Editor : Hengky Ristanto