Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jalur Ngebel-Dolopo Kembali Dibuka

Hengky Ristanto • Sabtu, 10 Desember 2022 | 20:08 WIB
JALUR NGEBEL-DOLOPO: Material longsor yang memutus akses ruas jalan masuk Desa Ngrogung, Ngebel tuntas dievakuasi. (BPBD FOR JAWA POS RADAR PONOROGO)
JALUR NGEBEL-DOLOPO: Material longsor yang memutus akses ruas jalan masuk Desa Ngrogung, Ngebel tuntas dievakuasi. (BPBD FOR JAWA POS RADAR PONOROGO)
PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jalur Ngebel via Dolopo (Madiun) kembali dapat dilewati. Material longsor yang memutus akses ruas jalan masuk Desa Ngrogung, Ngebel itu tuntas dievakuasi.

DPUPKP bersama BPBD Ponorogo menerjunkan alat berat dan personil selama sepuluh hari penuh menuntaskan pekerjaan tersebut. Dua alat berat dari DPUPKP dikerahkan.

Gunungan material longsor yang menutup ruas jalan itu menjadi tantangan tersendiri. Sebab, ketinggian material longsor yang menutupi ruas jalan tersebut mencapai lima meter. Selain itu, kontur material longsor yang masih labil turut menjadi kendala tersendiri dalam proses pembersihan.

Sementara BPBD Ponorogo mengerahkan personil dan dua armada tangki air. Setelah material longsor dibersihkan, permukaan jalan disemprot air untuk pembersihan.

Upaya itu dilakukan agar jalan tidak licin dan menjamin keselamatan pengendara. ‘’Jalan tidak rata jadi ketinggian material longsor bervariasi. Ada yang sampai lima meter menutup jalan,’’ kata Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardana.

Henry menyatakan, jalan yang sebelumnya sempat putus tersebut mulai dapat dilewati, Jumat (9/12). Baik kendaraan roda dua maupun roda empat diizinkan melintas.

Akses pendidikan, ekonomi maupun menuju wisata Ngebel dipastikan normal kembali. ‘’Sebelumnya warga membuat jalan dan jembatan darurat, sekarang jalan sudah mulai dapat dilewati normal kembali,’’ lanjutnya.

Henry meminta pengendara dan warga setempat tetap waspada. Mengingat ancaman longsor susulan bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Sebagaimana kajian dari Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat yang menyatakan adanya retakan di mahkota longsor berpotensi menyebabkan longsor susulan. ‘’Sesuai kajian PVMBG masih ada potensi karena di bagian atas masih ada retakan,’’ ujarnya.

Terkait retakan tanah di bagian mahkota longsor, pihaknya bersama warga setempat telah melakukan gotong-royong untuk menutupi retakan tanah tersebut. Hal itu dilakukan agar air tidak masuk ke retakan tanah. Sebab, jika air dengan debit tinggi mengalir ke retakan tersebut dapat menyebabkan tanah longsor kembali.

‘’Kami juga lakukan penyuluhan agar saat terjadi hujan deras untuk rumah yang rawan penghuninya mengungsi dulu, juga untuk pengendara hati-hati lewat jalan itu saat hujan deras,’’ pungkasnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto
#ngebel #DPUPKP Ponorogo #BPBD Ponorogo #terdampak longsor #Telaga Ngebel #longsor #ruas jalan #akses jalan #Jalur Ngebel-Dolopo