Kepala DPMPTSP Ponorogo Joko Waskito mengungkapkan, nilai penanaman modal paling tinggi berasal dari sektor kesehatan mencapai Rp 752 miliar. Disusul sektor perumahan umum dan perumahan rakyat Rp 743 miliar.
Urutan ketiga ditempati sektor perdagangan Rp 505 miliar dan pariwisata Rp 63 miliar menjadi sektor paling rendah. ‘’Capaian itu mendasar NIB (nomor induk berusaha) yang telah diterbitkan,’’ terangnya.
Sepanjang 2022, sebanyak 9.815 NIB telah diterbitkan. Sehingga ada pengusaha baru sejumlah NIB tersebut yang lahir tahun lalu. ‘’NIB ini telah tercatat dalam online single submission Risk Approach (OSS-RBA),’’ ungkapnya.
Joko membeberkan jumlah NIB yang diterbitkan atau pelaku usaha baru dapat menyerap lapangan kerja hingga 31.356 orang. Capaian sebulan sebelum tutup buku tahun ini tersebut mengalami peningkatan hingga 100 persen dibanding tahun lalu.
‘’Tren tahun ini meningkat, semoga menjadi iklim yang baik untuk perekonomian,’’ ujarnya.
Adapun jenis usaha mengacu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Jenis usaha dibedakan menurut aktivitas ekonomi yang menghasilkan produk, baik barang maupun jasa dengan risiko rendah, sedang, dan tinggi. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto