Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardana terjun ke lokasi relokasi yang berjarak tiga kilometer dari Gunung Banyon kemarin (31/1). Guna memastikan kesiapan huntara di lahan relokasi. Pihaknya memastikan pembangunan huntara terus berjalan. ‘’Lahan relokasi disiapkan pemdes bekerjasama dengan pemkab, baznas, dan LazisMu,’’ katanya.
Henry turut memantau kondisi Gunung Banyon. Dia berpesan kepada warga penghuni 22 bangunan di Dusun Krajan agar meningkatkan kewaspadaan. Mengingat hasil pemetaan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat puluhan bangunan itu masuk dalam zona rawan terdampak bencana susulan. ‘’Warga perlu segera direlokasi,’’ lanjutnya.
Hasil kajian PVMBG, 22 bangunan perlu direlokasi. Mengingat bangunan tersebut berada di sepanjang aliran longsor. Henry mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dapat memicu pergerakan tanah. Dikhawatirkan, bendungan alam yang terbentuk di mahkota longsor Gunung Banyon memicu terjadinya banjir bandang. ‘’Pemetaan PVMBG, bangunan yang perlu direlokasi berada di aliran banjir bandang,’’ ujarnya.
Kepala Desa Talun Waroto menambahkan, pembangunan huntara terkendala musim. Saat ini pembangunan 14 huntara sudah mencapai tahapan finishing.
Sedangkan delapan huntara sisanya dalam proses persiapan pembangunan. Dia memperkirakan seluruh huntara di relokasi siap digunakan pertengahan bulan depan. ‘’Persiapan relokasi berjalan lancar. Pertengahan Februari Insya Allah sudah selesai semua dan siap ditempati,’’ kata Waroto. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto