Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Terdampak Cuaca Ekstrem, Petani Manggis Meringis

Hengky Ristanto • Jumat, 10 Februari 2023 | 03:00 WIB
KOMODITAS EKSPOR: Manggis lokal asal Sempu, Ngebel sejatinya dilirik pasar di Tiongkok sejak masa pandemi.
KOMODITAS EKSPOR: Manggis lokal asal Sempu, Ngebel sejatinya dilirik pasar di Tiongkok sejak masa pandemi.
Cuaca ekstrem juga berdampak serius terhadap produktivitas manggis. Buah andalan di Kecamatan Ngebel itu mengalami penyusutan produksi hingga  70 persen di tahun ini. Padahal pamor manggis lokal mulai go international.

----------

DUA tahun belakangan, Rustin, petani asal Desa Sempu rutin ekspor manggis ke Tiongkok. Hasil kebunnnya itu dikirimkan lewat agen asal Jawa Barat. Tentu saja yang diekspor merupakan jenis buah grade A. ‘’Diekspor ke China sejak korona. Kirimnya setelah disortir,’’ katanya.

Sejak merambah Negeri Tirai Bambu, harga manggis kualitas super dari Ngebel melejit. Pada 2021 lalu, harganya mencapai Rp 50-60 ribu per kilogram. Dari sebelumnya hanya dibanderol Rp 7-10 ribu di pasar lokal. ‘’Sekarang harganya merosot  di kisaran Rp 30-40 ribu per kilogram,’’ urainya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Ponorogo sempat mencatat kenaikan produksi signifikan. Pada 2020 sebanyak 521 menjadi 138.971 pada 2021. ‘’Tahun ini manggis kurang maksimal karena kemarau cuma satu bulan,’’ kata Rustin.

Semula, satu pohon yang telah berusia ratusan tahun (tinggi 20-30 meter) mampu menghasilkan hingga 4 kuintal buah. Tahun ini, hanya dapat memproduksi maksimal 1,5 kuintal. ‘’Ini manggis lokal rasanya lebih manis. Saingannya dari Cilacap,’’ ujarnya.

Rustin menuturkan kualitas manggis yang dihasilkan kini turut menurun. Biasanya, satu pohon bisa menghasilkan buah kualitas super hingga 75 persen. Itu dapat dilihat dari segi warnanya yang mulus, tekstur buah yang cantik dan rasanya yang manis. ‘’Sekarang warnanya lebih pudar dan rasanya juga lain. Manggis itu buah jujur. Ruas yang melingkar di kulitnya itu jumlahnya sama dengan dengan isinya,’’ tuturnya.

Penyuluh Pertanian Ngebel Dispertahankan Ponorogo Watkulil Anam menyebut penurunan produksi disebabkan curah hujan tinggi saat pohon berbunga. Sehingga bunga yang mekar rontok sebelum proses perkawinan menjadi buah. ‘’Kasusnya sama dengan durian, bunga rontok sebelum menjadi buah,’’ urai Anam.

Anam menyatakan, cuaca ekstrem berdampak terhadap seluruh produksi hortikultura. Selain durian dan manggis, juga alpukat, mangga, pepaya dan buah sejenisnya. Solusinya, petani disarankan melakukan pemupukan lebih awal. Harapannya, bunga dapat mekar sebelum intensitas hujan tinggi. ‘’Sampai hari ini pengepul itu juga agak kesulitan mencari manggis. Termasuk hasil hortikultura lainnya,’’ pungkasnya. (kid/fin)

PENURUNAN PRODUKSI

MANGGIS SUPER ASLI NGEBEL
Editor : Hengky Ristanto
#ekspor manggis #kampung manggis #harga manggis #BPS Ponorogo #manggis sempu