Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Musim Panen Raya, Bulog Ditarget Serap 11 Ribu Ton

Hengky Ristanto • Rabu, 8 Maret 2023 | 21:00 WIB
SUMRINGAH: Petani di Singosaren, Jenangan menuai hasil panen yang lebih berkualitas di tahun ini. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
SUMRINGAH: Petani di Singosaren, Jenangan menuai hasil panen yang lebih berkualitas di tahun ini. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Panen padi yang dinanti-nanti akhirnya terjadi. Kini, sebagian wilayah di Ponorogo telah panen raya. Salah satunya di Kelurahan Singosaren, Jenangan.

Suwondo, petani setempat tampak sumringah. Hasil panen kali ini dianggapnya lebih baik. Kini, satu petak sawah miliknya dapat menghasilkan 7-8 kuintal, panen sebelumnya sekitar 6-7 kuintal. ‘’Panen ini lebih meningkat dari sisi kualitas maupun produksi,’’ kata petani 61 tahun itu.

Suwondo menyebut peningkatan produksi tidak lepas dari tingginya curah hujan. Sepanjang masa tanam, dia tidak perlu menyewa pompa air untuk mengairi sawahnya. Biasanya, dia masih harus merogoh kocek Rp 360 ribu untuk sewa diesel yang mengairi dua petak sawah miliknya. Tiap kotak sawah butuh pengairan enam jam. Sewa diesel dipatok Rp 30 ribu per jamnya. ‘’Selama ini hujannya lama jadi tak perlu sewa air,’’ lanjutnya.

Petani lainnya, Mariyadi, juga merasakan keberlimpahan panen. Hasil panen dari sawah petani 53 tahun itu tembus satu ton per petaknya. Meningkat dibanding panen sebelumnya maksimal delapan ton per petak. ‘’Sini datarannya miring, kalau sampai kurang air, padinya tidak tumbuh maksimal. Kebetulan hujannya lama, jadi hasilnya maksimal,’’ kata Mariyadi.

Petani semakin sumringah lantaran harga gabah juga sedang bagus. Gabah basah (dari sawah) laku Rp 500 ribu per kuintal. Harga itu melonjak dari sebelumnya hanya Rp 350 ribu per kuintal. ‘’Harga gabah naik tahun ini,’’ tegasnya.

Bulog Ponorogo bergerak cepat melakukan penyerapan gabah dan beras di tingkat petani. Setelah menerima surat keputusan (SK) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait penyerapan gabah dan beras dalam negeri. ‘’Kami sudah mulai penyerapan sejak sepekan lalu,’’ kata Pimpinan Cabang (Pincab) Kantor Bulog Ponorogo Aan Sugiarto.

Dalam sepekan terakhir, bulog mampu menyerap 84 ton dari wilayah Ponorogo. Target serapannya 11 ribu ton untuk tiga bulan ke depan (Maret, Mei, Juni). Target yang dipatok Bapanas itu berlaku di tiga wilayah kerja Bulog Ponorogo meliputi Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.

‘’Kami koordinasi dengan Dispertahankan untuk mensosialisasikan program pengadaan ke gapoktan, poktan, maupun petani,’’ ujarnya.

Harga serapan telah ditentukan melalui SK Bapanas. Untuk gabah kering giling Rp 5.750 per kilogram dengan ketentuan kadar air 14 persen, kadar ham/kotoran maksimal dua persen. Untuk gabah kering panen Rp 4.650 per kilogram dengan kadar air maksimal 25 persen, kadar ham/kotoran 10 persen.

Harga beras medium Rp 9 ribu per kilogram, kadar patah 20 persen, kadar menir dua persen, kadar air 14 persen, dan derajat sosok minimal 95 persen. ‘’Kalau ada yang ingin membeli di atas harga itu sah saja. Itu bagian dari kompetisi,’’ pungkasnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto
#bulog ponorogo #Harga gabah kering #gabah kering giling #Bapanas #panen raya padi