Selama libur Lebaran itu, kata dia, pendapatan asli daerah (PAD) yang diraup mencapai Rp 50 juta per hari. Bahkan, besaran tersebut dianggap telah melebihi ekspektasi. ‘’Kunjungan paling ramai memang malam hari karena water fountain menjadi daya tarik tersendiri. Tapi, siangnya juga tetap ramai. Kami imbangi dengan pertunjukan reog dan musik,’’ ungkap Judha.
Pihaknya menilai lonjakan pengunjung itu berimbas positif bagi pelaku usaha wisata di Telaga Ngebel. Mulai dari pedagang kaki lima (PKL), rumah makan, restoran, hotel, hingga layanan parkir. Pun, dia memastikan tidak ada kenaikan tarif yang dipatok oleh mereka selama libur Lebaran lalu. ‘’Paguyuban tidak ada menaikkan. Harus ditulis di list menu, untuk antisipasi tarif yang ngemplang,’’ ujarnya.
Sebelum itu, Judha mengaku telah memberikan imbauan kepada para pelaku usaha wisata di Telaga Ngebel. Pun, pihaknya telah berkoodinasi dengan polsek, koramil dan kecamatan untuk pengamanannya. ‘’SDM tidak ada penambahan, kami maksimalkan yang ada. Persiapan lain koordinasi dengan petugas pengamanan,’’ jelasnya. (kid/her) Editor : Hengky Ristanto