Selama hampir sepuluh hari itu, Abri mengaku produksi sampah tembus 120 ton per harinya. Padahal, biasanya hanya 80-90 ton. Mayoritas 70 persen di antaranya merupakan sampah rumah tangga. ''Lebaran pas kumpul-kumpul ada makanan otomatis produksi sampah meningkat,'' ujarnya.
Menurutnya, dihapusnya pembatasan mobilitas masyarakat menjadi faktor produksi sampah di Ponorogo selama Lebaran lalu meningkat. Sedangkan, jika dibandingkan dengan Lebaran dua tahun sebelumnya juga meningkat drastis produksinya. ''Ya, Lebaran dua tahun terakhir itu rata-rata 80-90 ton per hari,'' ungkap Abri.
Menghindari masalah penumpukan sampah, Abri mengaku sempat tidak libur saat Lebaran lalu. Pun, kondisi ini sempat diprediksi sebelumnya. Dengan harapan, pengelolaan sampah dari TPS sementara bisa dipindah ke TPA Mrican. ''Kondisi ini juga berpengaruh pada meningkatnya operasional truk kontainer sampah. Dari biasanya hanya sehari angkut, selama Lebaran lalu hingga 3 kali angkut,'' terangnya. (kid/her) Editor : Hengky Ristanto