Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hidupkan Kembali Tradisi Laku Tirakatan Malam 1 Suro Agar Tak Hilang Ditelan Zaman

Budhi Prasetya • Rabu, 19 Juli 2023 | 21:30 WIB

Ilustrasi Foto : Kirab pusaka menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
Ilustrasi Foto : Kirab pusaka menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Ponorogo era tahun sebelum 90-an dan sebelumnya diajak nostalgia kembali menjalani laku tirakatan 1 Suro tadi malam (18/7).

Laku tirakatan atau jalan kaki dan berkumpul di sepanjang jalan menuju Alun-alun telah mengakar kuat sedari dulu. Tradisi yang belakangan hilang tersebut, dihidupkan kembali pada perayaan grebeg suro tahun ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, laku tirakatan malam 1 Suro baru digelar kembali tahun ini. Yakni, berjalan menuju Alun-alun pada malam 1 Suro (Muharam).

‘’Dulu kalau malam 1 Suro itu dari manapun orang datangnya pasti jalan kaki menuju Alun-alun. Ini coba kami hidupkan kembali,’’ kata Judha.

Judha masih ingat betul, sempat menjadi pelaku tradisi malam 1 Suro era 80-an silam. Dia bersama rombongan dari Desa/Kec. Sawoo berjalan sepanjang 16 kilometer menuju Alun-alun. Jarak tersebut tak terasa lantaran bergabung bersama hampir seluruh masyarakat dari penjuru Ponorogo. Pun laku tersebut paling ditunggu-tunggu warga kabupaten ini.

‘’Bawa senter, obor, seadanya. Dulu belum banyak transportasi umum, di Alun-alun juga belum ada hiburan. Jadi semua menggelar tikar duduk di sekitaran Alun-alun saat tengah malam,’’ kenangnya.

Kali ini, laku tirakatan malam 1 Suro dikonsep layaknya perlombaan agar lebih menarik. Setiap peserta bakal berjalan kaki dan berkumpul di empat penjuru Ponorogo. Seperti Babadan, Pulung, Balong, dan Kauman. Tak sekedar mlaku (berjalan), kreativitas selama perjalanan dinilai juri.

‘’Ada pos-pos di setiap jalan. Di sana dinilai dan sebagai finish pertama, lanjut peserta berjalan lagi menuju Alun-alun sebagai finish terakhir,’’ ungkapnya sembari menyebut pesertanya dari pemerintah desa.

Judha berharap tradisi laku malam 1 Suro dapat kembali hidup. Tak sekedar bernostalgia, upaya tersebut sekaligus uri-uri budaya. Harapannya generasi muda mengerti sejarah dan meneruskan tradisi turun-temurun saat perayaan grebeg suro.

‘’Masyarakat umum tentu kami persilahkan bilamana mau ikut meramaikan kembali budaya ini,’’ pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#Disbudparpora Ponorogo #laku tirakatan #kirab pusaka #malam 1 suro