PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Pasar Legi menjadi pengharapan bagi masyarakat Ponorogo. Tidak terkecuali Bupati Sugiri Sancoko turut menaruh impian besar. Pasar tidak hanya sekedar roda ekonomi, namun penjaga kebudayaan. Beragam orang, perilaku, bahasa, kearifan, kebijaksanaan tumplek blek di pasar.
Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko, mengatakan bahwa saat ini Pemkab tengah bekerja keras merampungkan proses serah terima Pasar Legi. Setelah rampung direvitalisasi Juli 2021 lalu, seluruh selasar pasar berlantai empat itu masih menjadi hak Kemen-PUPR.
Baca Juga: Serah Terima Pasar Legi Nyantol di Jakarta, Potensi Pendapatan Rp 2,5 Miliar dari Retribusi Hilang
Selama pusat belum menyerahkan ke daerah, maka pemkab kesulitan mengoptimalkan pemanfaatan Pasar Legi. ‘’Sampai saat ini pemasukan retribusinya nol, karena belum diserahkan,’’ kata Kang Giri.
Dia menarget serah terima tersebut rampung sebelum pergantian tahun. Menurutnya upaya itu sebagai percepatan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar tradisional. Termasuk upaya peningkatan layanan seperti permak bidak kios maupun gelaran event agar segera dapat direalisasikan.
‘’Kami yakin, kalau ada even di pasar nanti bisa ramai dan pedagang akan semakin laris. Akhirnya bisa jadi tumbuh kembang PAD,’’ ungkapnya.
Kang Giri berkeyakinan Pasar Legi ibarat destinasi wisata. Event dapat menarik animo warga berdatangan. Berlanjut windows shopping, pedagang laris manis. ‘’Seperti di Ngebel itu, kami tambah satu perahu saja banyak sekali wisatawan yang hadir. Ini kami harapkan bisa diterapkan di Pasar Legi,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya