PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ponorogo meningkat saat musim kemarau ini. BPBD setempat mencatat terdapat 17 titik kebakaran hutan dalam kurun dua bulan belakangan. Luasan lahan yang terbakar mencapai 35,5 hektare, tersebar di sepuluh kecamatan.
Kalaksa BPBD Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo mengatakan bahwa peningkatan karhutla terjadi bulan ini. Tercatat 13 titik, meningkat drastis dari bulan sebelumnya dengan empat titik karhutla.
Kondisi tersebut diprediksi semakin meluas seiring potensi musim kemarau panjang pada tahun ini. ‘’Puncak kemarau September, jadi kami minta masyarakat tetap waspada akan potensi karhutla ini,’’ ujar Sapto.
Dari data yang ada, Kecamatan Sambit dipetakan sebagai wilayah dengan potensi karhutla tertinggi. Tercatat empat titik karhutla dalam dua bulan terakhir. Disusul Kecamatan Sawoo tiga titik karhutla. Sisanya, merata di Kecamatan Mlarak, Pulung, Jambon, hingga Balong.
‘’Ada yang lahan milik perhutani dan lahan rakyat,’’ ujarnya.
Karhutla meluas dipengaruhi kekeringan lahan saat musim kemarau. Ditambah kecepatan angin cukup tinggi. Sehingga api mudah menyebar dan meluas.
Dari hasil identifikasi diketahui bahwa api berasal dari bara pembakaran sampah maupun dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.
‘’Mayoritas hutan di Ponorogo dekat permukiman warga. Risiko kebakaran, juga asapnya membahayakan,’’ ungkapnya. (gen/kid)
KARHUTLA DUA BULAN TERAKHIR
35,5 hektare total luas terdampak
17 titik karhutla
10 kecamatan terdampak
Sebaran Karhutla
Sambit 4 kejadian
Sawoo 3 kejadian
Jenangan 2 kejadian
Bungkal 2 kejadian
Balong 1 kejadian
Sampung 1 kejadian
Slahung 1 kejadian
Jambon 1 kejadian
Pulung 1 kejadian
Mlarak 1 kejadian
Editor : Budhi Prasetya