Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Warga Dusun Jenggring Andalkan Dropping Air Bersih, 27 Desa Dilanda Kekeringan

Mizan Ahsani • Minggu, 10 September 2023 | 01:00 WIB
PERSIAPAN: Petugas BPBD Ponorogo tengah mengisi tangki air bersih sebelum mengirim ke Dusun Jenggring, Desa Duri, Slahung, Ponorogo. (DOKUMEN JAWA POS RADAR PONOROGO)
PERSIAPAN: Petugas BPBD Ponorogo tengah mengisi tangki air bersih sebelum mengirim ke Dusun Jenggring, Desa Duri, Slahung, Ponorogo. (DOKUMEN JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - 40 hari sudah warga Dusun Jenggring, Desa Duri, Slahung dirundung krisis air bersih. Sejak 1 Agustus lalu hingga hari ini (9/9), 56 kepala keluarga (KK) terdiri dari 118 jiwa mengandalkan dropping air bersih dari BPBD Ponorogo.

Kiriman air bersih itu untuk mencukupi kebutuhan harian. Selama ini, dusun tersebut memang menjadi wilayah langganan kantong kekeringan akut tiap musim kemarau.

Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengungkapkan bahwa hingga kini, pengiriman air bersih ke Dusun Jenggring dilakukan dua kali dalam sepekan. Total delapan pengiriman atau 48 ribu liter air bersih diterima warga setempat.

Pihaknya menerjunkan dua tangki masing-masing berkapasitas 6 ribu liter tiap pengiriman.

‘’Dropping air bersih tiap Senin dan Kamis. Ada juga bantuan dari PMI sudah empat kali pengiriman masing-masing 3 ribu liter sejak 21 Agustus lalu,’’ kata Masun.

Masun mengklaim pengiriman air bersih telah mencukupi kebutuhan air bersih warga Dusun Jenggring. Baik itu untuk air minum, maupun kebutuhan mandi cuci kakus (MCK).

Kendati kekeringan panjang berpotensi terjadi, pihaknya berharap bantuan air bersih dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

‘’Kami harapkan hemat air, dan juga mulai melakukan reboisasi agar air bisa bertahan lebih lama,’’ ujar mantan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) itu.

Sejatinya, Pemkab setempat telah berupaya mengatasi problem tahunan di dusun setempat. Melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Namun terkendala lokasi permukiman yang berada di atas tanah karst atau daerah batuan kapur berpori. Sehingga Pamsimas dibangun di bawah dusun tersebut.

‘’Kalau mau dijangkau harus ada pompa lagi untuk mengangkat air dari sumur menuju permukiman yang ada di atas bukit,’’ bebernya.

Selain Dusun Jenggring, BPBD setempat memetakan 41 dusun lain yang ada di 27 desa berpotensi mengalami krisis air bersih. Tersebar di sejumlah kecamatan, mulai Sampung, Sambit, Sukorejo, Kauman, Sawoo, hingga Slahung.

Prediksi itu merujuk titik mata air serta data zona kekeringan dua tahun belakangan. ‘’Paling banyak di Kecamatan Slahung, total sembilan desa,’’ ungkapnya. (gen/kid)

 

Editor : Budhi Prasetya
#air bersih #musim kemarau #kekeringan #ponorogo