PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Anomali cuaca mulai melanda Ponorogo. Di awal tahun baru ini, hujan deras berganti panas terik silih berganti terjadi.
Bahkan, kondisi tersebut diperkirakan menjadi biang rentetan bencana hidrometeorologi di Ponorogo belakangan ini.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetyo mengatakan, pemkab telah menetapkan siaga darurat bencana hidrometeorologi basah mulai Januari hingga Mei mendatang.
Baca Juga: Jalan Sepanjang Tujuh Meter Tertutup Material Longsor, Warga Lima RT Sempat Terisolir
Hal tersebut seiring prediksi puncak penghujan yang diperkirakan BMKG terjadi bulan kedua nanti.
Pun sejumlah longsor hingga pohon tumbang juga sempat tercatat di sejumlah daerah.
''Anomali cuaca sebenarnya diprediksi terjadi sejak Desember kemarin, tapi baru terjadi Januari ini,'' kata Agung.
Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Rumah Lansia Nyaris Rata Tanah, BPBD Catat Puluhan Pohon Tumbang
Agung menambahkan, di awal tahun ini setidaknya lima bencana terjadi di Ponorogo. Yakni, longsor di Desa Banaran dan Desa Munggung di Kecamatan Pulung, serta Desa Talun, Kecamatan Ngebel.
Selain itu, di Kecamatan Sawoo tiang listrik tumbang, dan Sungai Gendol, Desa Jabung, Mlarak meluap.
''Paling parah di Desa Banaran (Pulung), longsor menutup akses warga,'' jelasnya.
Baca Juga: Sungai Gendol Tertutup Eceng Gondok, Warga Khawatir Picu Bencana Banjir
Pihaknya menerjunkan sejumlah petugas ke wilayah rawan bencana untuk langkah mitigasi.
Agung berharap masyarakat waspada. Khususnya di zona-zona merah bencana, baik longsor di perbukitan, maupun kawasan kota yang kerap dilanda banjir.
''Saat hujan khususnya di kawasan merah bencana, kami minta waspada,'' ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya