PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kebersihan alam dan kelestarian wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, wajib dijaga.
Itu yang ada dibenak puluhan orang yang menamakan diri sebagai relawan lingkungan. Mereka gotong royong membersihkan kawasan Telaga Ngebel, wisata andalan Ponorogo, Minggu (7/1) kemarin.
Bersama-sama pemkab, TNI-Polri, mahasiswa dan pelajar Ponorogo, mereka membersihkan sampah di Telaga Ngebel.
Selain plastik atau kemasan makanan, mereka juga memungut beragam sampah lainnya. Yang mencengangkan, sampah celana, baju dan tikar turut ditemukan di lumpur telaga.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, dari aksi peduli itu sedikitnya puluhan kantong sampah berhasil diangkat.
Diduga, sampah-sampah tersebut terbawa sungai dan tertimbun di dalam telaga. Volume air Telaga Ngebel yang surut saat kemarau, membuat beragam sampah itu baru terlihat.
"Hujan beberapa waktu belakangan juga membawa sampah dari sungai ke telaga,’’ kata Judha.
Judha menyebut, keberadaan Telaga Ngebel jadi ‘tandon’ air raksasa di Ponorogo. Pun, mencukupi hajat hidup orang banyak di sekitar telaga.
Dia berharap masyarakat sudi andil menjaga lingkungan di kawasan wisata tersebut. Tidak terkecuali menjaga kelestarian di hulu-hulu sungai.
"Jangan sampai buang sampah sembarangan, lalu terbawa sungai dan berakhir mencemari telaga,’’ jelasnya.
Dia mengapresiasi kepedulian para komunitas lingkungan terhadap kebersihan telaga. Tak luput apresiasi setinggi-tingginya terhadap mahasiswa, pramuka, aparatur sipil negara (ASN) hingga TNI/Polri yang terlibat dalam gerakan tersebut.
"Mari bersama-sama peduli lingkungan dan menjaga alam, agar Ngebel tetap asri, indah dan menjadi ikon Ponorogo,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya