PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Pemkab Ponorogo berupaya keras menaikkan pendapatan asli daerah (PAD).
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mematok PAD tahun ini naik menjadi Rp 351 miliar dari tahun sebelumnya di angka Rp 310 miliar.
Kenaikan sebesar Rp 41 miliar itu diklaim sebagai upaya awal. Pemkab mematok PAD Ponorogo di angka Rp 1 triliun dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Bahas RPJPD, Pemkab Gagas Integrasikan Ekonomi Hijau dengan Kota Wisata, Sugiri: Nendang ke PAD
Kang Giri, sapaan bupati, optimis target PAD yang dipatoknya mampu terlampaui. Dia membuka data PAD 2023 lalu tembus Rp 341 miliar.
Surplus dari target yang sempat dinaikkan dua kali. Pada APBD Induk tahun lalu dipatok Rp 310 miliar, dikerek ke angka Rp 333 miliar pada P-APBD tahun lalu.
"Ini hasil yang bagus agar derajat desentralisasi fiskal (PDF) Ponorogo terus membaik. Artinya tidak terlalu bergantung pada transfer pemerintah pusat,’’ kata Kang Giri.
Kang Giri mengklaim pemkab berupaya meningkatkan target PAD dalam lima tahun ke depan.
Tak kepalang tanggung, target PAD dipatok mencapai Rp 1 triliun pada tahun 2030 mendatang.
Kang Giri percaya diri target tersebut tak lepas dari berbagai inovasi pembangunan yang telah direalisasikan.
Seperti penataan kawasan pedestrian, pembangunan Telaga Ngebel, hingga Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP).
"Episentrum ekonomi kami ciptakan. Kebocoran retribusi dikurangi dan akselerasi PAD dilakukan, yakin nanti berhasil,’’ ucapnya optimis.
Kang Giri mencontohkan target PAD dari retribusi wisata Telaga Ngebel. Awalnya ditarget Rp 2,5 miliar setahun.
Nyatanya pendapatan hingga akhir tutup buku tahun lalu justru tembus mencapai Rp 5,5 miliar.
Menurutnya, berkah dari capaian tersebut turut dirasakan pedagang, hotel, maupun restoran di kawasan telaga.
"Pariwisata ini paling cepat efek dominonya, setelah selesai langsung bisa dirasakan dampaknya,’’ jelasnya.
Tak sekedar memasang target, Kang Giri telah merapatkan barisan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Guna menyamakan langkah sebaris seirama dalam mengejar target tersebut. Terpenting menurutnya, kenaikan target PAD tidak sampai membebani rakyat.
"Sejak awal tahun ini kami rapatkan agar berpijak di tempat yang sama, dan siap dalam perencanaannya,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya